Menyusuri Jejak Islam Taman Sari Kraton Yogyakarta

Sumur Gumuling (Dok. ISTIMEWA)
Sumur Gumuling, bagian atas lingkaran terbuka tanpa atap,  menyerupai sumur, cahaya masuk dengan leluasa
Sumur Gumuling (Dok. ISTIMEWA)
Sumur Gumuling (Dok. ISTIMEWA)

KBRN, Yogyakarta : Kawasan Cagar Budaya Taman Sari Yogyakarta menjadi salah satu destinasi wisata yang selalu menarik minat wisatawan.Kawasan Cagar Budaya Taman Sari dibangun atas perintah Sri Sultan Hamengku Buwono I Tahun Jawa Ehe 1684 atau 1758 M.

Pembangunan dilaksanakan pada masa Sri Sultan Hamengkubuwono I dan II tahun 1758 - 1765.

Selain keberadaan kolam-kolam yang menjadi tempat rekreasi raja dan keluarganya pada masa lalu, Kawasan Cagar Budaya Taman Sari ini dulunya juga berfungsi sebagai tempat untuk melakukan kegiatan keagamaan atau tempat ibadah.

Menariknya, pada kawasan Taman Sari terdapat situs unik yang merupakan bangunan masjid dan berada di bawah tanah yaitu Sumur Gumuling.

Bangunan berlantai dua ini dapat dimasuki melalui terowongan bawah air.Selama ini, situs ini banyak dimanfaatkan masyarakat sebagai lokasi pemotretan. Untuk sampai ke tempat ini, pengunjung harus keluar dari kompleks Pasiraman Umbul Binangun, Taman Sari dan menembus permukiman penduduk yang padat.

"Ketika mahasiswa semester awal Fotografi Dasar Terkait Pencahayaan, pasti ke sini. Bagian melengkung, bukaan diatas, kemudian juga lengkungan2 di dindingnya ini sangat pas untuk menentukan cahaya depan belakang atas bawah maupun samping," kata Desy, Fotografer salah satu Media Massa di Yogyakarta.

Tidak hanya itu, para desainer pun memanfaatkan tempat ini untuk pemotretan produknya.

"Tempatnya unik, cahayanya bagus. Jadi bisa menambah nilai produk pakaian yang kita buat. Semakin menarik lah untuk dilihat konsumen," kata Ardi, Perancang dan Produsen Pakaian asal Bantul Yogyakarta.

Pecinta Sejarah, Founder Komunitas Malam Museum, Samanta Aditya Putri menyebut dibalik keindahan arsitekturnya, yang banyak dinikmati wisatawan, jejak peradaban Islam nampak di situs Sumur Gumuling, yang dahulu kala merupakan masjid bawah tanah.

Meskipun berfungsi sebagai masjid, Sumur Gumuling bentuknya tidak seperti masjid pada umumnya.

Sesuai namanya, sumur, berbentuk bulat atau lingkaran dan dalam. Bangunan luar (tembok luar) Sumur Gumuling memiliki diameter sekitar enam meter, sedangkan lingkaran yang ada di bagian dalam yang terbuka tanpa atap sehingga menyerupai sumur berdiameter empat meter. Jika dilijat dari atas, bangunan ini mirip sumur atau juga mirip cincin.

Meskipun di bawah tanah, ruangan ini cukup terang, karena banyaknya cahaya yang masuk dari bagian atas, yang berbentuk lingkaran terbuka tanpa atap, yang jika dilijat dari atas menyerupai sumur itu.

"Menurut keterangan berbagai sumber, lantai yang melingkar di lantai pertama dan kedua, lebar kurang lebih empat meter itu, tempat yang digunakan untuk ibadah atau aktivitas lain. Lantai satu berada di bawah tanah diperuntukkan bagi jamaah wanita," kata Mantan Duta Museum Yogyakarta ini.

Dijelaskannya, lantai satu memiliki satu ceruk dinding sebagai mihrab, tempat pengimaman, dan delapan pintu lengkung yang menyerupai ruang pengimaman di sebelah barat. Ukuran ruang ini kurang lebih berlebar satu meter, bertinggi 1,65 meter, dengan panjang 3,5 meter.

Di lantai satu, juga terdapat delapan pintu ventilasi yang berfungsi untuk menuju ke lantai dua, sekaligus menghubungkan tangga yang ada di tengah "sumur". Ada juga lima tangga yang bisa digunakan untuk menuju ke lantai dua.

"Kelima tangga ini melambangkan rukun Islam," katanya.

Di bagian tengah bangunan yang terbuka di bagian atas, terdapat empat buah tangga naik yang bertemu di bagian tengah. Dari pertemuan keempat tangga tersebut terdapat satu tangga lagi yang menuju lantai dua.

Samanta menambahkan di lantai dua, ada empat pintu ventilasi menghadap ke "sumur".

"Selain pintu ventilasi, lantai dua juga dilengkapi dengan tempat mengambil air wudhu dan toilet. Lantai dua memiliki 10 jendela dengan ukuran kurang lebih bertinggi 1,5 m dengan lebar 1 m dan bisa digunakan untuk melihat keluar masjid," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00