Sepi Donatur, Bubur Samin Khas Masjid Darussalam Ramadhan Kali Ini Ditiadakan

KBRN,Surakarta: Bubur samin khas Banjar selalu menjadi hal yang ditunggu-tunggu warga Solo di disetiap bulan Ramadhan tiba. Namun di bulan puasa kali ini, pembuatan dan pemebagian bubur di Masjid Darussalam, Jayengan, Solo ditiadakan. 

Peniadaan sementara ini salah satu imbas dari wabah virus Corona (COVID-19). Selain itu banyak donatur yang tidak bisa memberikan dana untuk kegiatan amal ini.

Padahal setiap sore, selepas salat Ashar ratusan warga mengantre untuk mendapatkan semangkuk bubur samin. Mereka datang dari berbagai daerah membawa wadah sendiri.

Belum lama ini, RRI mampir di masjid yang terletak di timur Jalan Gatot Subroto Jayengan itu nampak sepi. Sama sekali tak ada aktifitas pengurus masjid seperti Ramadhan sebelumnya. Biasanya mereka setelah salat Dzuhur sudah memasak Bubur samin di area masjid. 

Takmir juga telah memasang pengumuman agar masyarakat tahu bahwa tidak ada pembuatan bubur samin. Petugas Masjid Darussalam, Subakdi menyampaikan, sebelum bulan puasa diputuskan tidak ada pembuatan bubur tahun ini karena korona. "Tahun ini libur mas, karena ada wabah korona," ucapnya.

Ketua Takmir Masjid Darussalam, HM.Rosyidi Muchdlor mengatakan dengan berat hati tidak bisa membagikan bubur samin lagi.  Selain ada pembatasan sosial karena selama pandemi ini, donatur dari berbagai negara tidak bisa membantu kegiatan sedekah tersebut.

"Awalnya kami mau nekat membagikan seperti biasanya. Tapi kok dari donatur yang ada di Singapura dan beberapa lainya tidak bisa mendanai. Sana juga kena corona," ungkap HM Rosyidi.

HM Rosyidi Muchdlor menceritakan tradisi ini sudah berlangsung sejak 1930. Berawal hanya dikonsumsi para perantau dari Banjar, bubur samin kemudian dibagikan kepada masyarakat.

Dahulu, bubur hanya dibuat dari bahan beras 15 kg. Tahun-tahun kemarin, takmir menyiapkan beras hingga 50 kg per hari untuk mendapatkan lebih dari 1.200 porsi. Yang 200 untuk ta'jil di masjid, yang seribu kita bagikan," sambung Rosyidi.

Bubur Samin bahan utamanya beras, sayuran, bumbu rempah, irisan daging sapi, dan yang paling penting pakai minyak samin yang aromanya khas. Cara memasaknya ialah dengan memasukkan semua bahan dalam bejana besar. Bubur dimasak hingga lima jam dengan cara diaduk terus menerus secara bergantian.

"Sejak awal musholla Darussalam berdiri tahun 30 an sampai sekarang belum pernah libur. Tapi dulu itu macem macem makanannya. Baru tahun 1965 itu setiap Ramadhan rutin Bubur Samin."

Bubur biasanya dibagikan kepada masyarakat selepas salat Asar. Takmir juga biasanya menyediakan ratusan porsi bubur untuk disantap saat berbuka di Masjid Darussalam. HM Rosyidi mengaku, masih ada beberapa warga yang datang untuk mendapatkan bubur samin, tapi kecele karena tahun ini diliburkan.

"Ya kecewa biasanya bisa berbuka dengan bubur khas Banjar, tapi tahun ini tidak bisa. Semoga wabah ini segera berakhir dan bubur Samin bisa dibagikan lagi," ucap Antok, salah seorang warga Solo. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00