Kisah Mahasiswa yang Berjuang Melawan COVID-19

KBRN, Malang:  Rhesa H. W. (21), merupakan satu dari pasien yang sempat terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Malang.

Mahasiswa Fakultas Teknik Univeristas Brawijaya (UB) Malang ini sempat menjalani perawatan di ruang isolasi Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Kini, Rhesa telah dinyatakan sembuh dan dipulangkan ke rumahnya untuk menjalani isolasi mandiri. 

Bagi Rhesa, warga yang terpapar Covid-19 bukanlah aib, melainkan wabag penyakit. Untuk itu, ia berharap masyarakat tidak mengucilkan warga yang terkonfirmasi positif, maupun warga yang masih berstatus ODP dan PDP.

"Ini kan wabah, semua orang bisa kena. Jadi teman-teman yang sakit jangan dikucilkan," katanya, Jumat (3/4/2020).

Sedangkan kepada PDP, suspect, dan yang positif ia berpesan agar tidak panik dan jangan terlalu memikirkan pandangan masyarakat, namun lebih baik dokus pada kesembuhan diri.

"Bagi yang dirawat di rumah sakit ikutilah prosedur petugas kesehatan dan fokus sembuh aja. Untuk yang sehat jangan takut sama yang sedang dalam pengawasan. Ikuti prosedur pemerintah. Tetap jaga kesehatan, jaga kebersihan dan makan-makanan bergizi," ungkapnya. 

Rhesa pun mengungkapkan jika ia tidak mengetahui bagaimana ia bisa tertular Covid-19. Sebab di lingkungan keluarganya tidak ada yang sakit. Awalnya, pria berkacamata ini mengalami demam dan radang tenggorokan.

"Setelah itu saya pergi ke dokter untuk tes tipus dan malaria, hasilnya negatif. Dua hari kemudian, kondisi saya menurun, lalu saya ke dokter lagi untuk melakukan rontgen paru-paru, hasilnya ada flek. Sehingga saya harus opname di RS Panti Nirmala," ujar Rhesa.

Kondisinya terus menurun hingga Rhesa dirujuk ke RSSA untuk menjalani perawatan di ruang isolasi. Disanalah ia terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil swap.

Namun setelah menjalani perawatan intensif di ruang isolasi, kondisi Rhesa terus membaik hingga diputuskan sembuh oleh dokter.

"Selain dapat obat, dokter minta saya makan yang banyak. Karena virus bisa dilawan dengan imunitas, sementara imunitas bisa diperoleh jika nutrisi yang masuk ke tubuh," kata dia.

Selain nutrisi yang masuk, tetap berfikir positif juga menjadi kunci untuk terus menjaga imunitas tubuh.

"Karena sebenarnya virus itu yang dapat melawan hanya imun tubuh kita sendiri. Untuk masyarakat yang sehat tetap ikuti imbauan pemerintah. Perbanyak doa. Ini adalah momen yang sangat tepat untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan," pungkasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00