• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pariwisata

Wisata Alam Unggulan, Keselamatan Jadi Prioritas

27 February
06:17 2020
0 Votes (0)

KBRN, Yogyakarta : Wisata alam saat ini menjadi destinasi wisata unggulan DIY yang banyak diminati para wisatawan. 

Pasca adanya tragedi kegiatan pramuka susur sungai sempor di kawasan desa wisata Dukuh Turi Sleman yang menimbulkan sejumlah korban jiwa, pemda DIY melalui dinas pariwisata mengimbau pengelola wisata meningkatkan keamanan dan kenyamanan wisata di wilayahnya.

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharja mengatakan pihaknya telah mengeluarkan surat edaran waspada cuaca ekstrem di DIY.

"Pengelola wisata harus memastikan aktivitas yang dilakukan di destinasi wisatanya tidak hanya menarik tetapi aman, dan nyaman bagi wisatawan," katanya usai menghadiri rakor sensus penduduk online di Gedhong Pracimasono Kepatihan Yogyakarta Rabu (26/2/2020).

Singgih mengingatkan pentingnya peran pengelola wisata, para pemandu lokal memastikan keselamatan wisatawan dengan memperhatikan batasan mana yang bisa dilakukan dan tidak di destinasi wisatanya terutama saat cuaca ekstrem.

"Kami sudah membuat Surat edaran waspada cuaca ekstrem terutama untuk aktivitas di sungai saat musim hujan harus memastikan aktivitas destinasi keamanan keselamatan wisatawan. Surat edaran kami tujukan ke Kepala dinas kabupaten kota, manajemen destinasi, atraksi kampung wisata dll, intinya kepada semua pelaku wisata," jelasnya.

Singgih mengakui saat ini banyak tumbuh obyek wisata alam, berbasis desa wisata yang menyediakan kegiatan outbound dll. 

"Intinya kami terus mengingatkan pentingnya keselamatan dan keamanan. Misalnya di goa pindul, kalisuci dll. Pengelola Destinasi wisata, pemandu lokal harus berperan aktif. Misalnya di saat cuaca ekstrem hujan lebat, batasan mana yang bisa dilakukan, mana yang tidak harus dipahami dan dipatuhi," ujarnya. 

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantana menyebut wisata alam petualangan yang memacu adrenalin menjadi unggulan dan kini banyak tumbuh wisata baru di DIY.

Selain upaya menarik minat wisatawan, pengelolaan wisata alam itu juga harus memperhatikan manajemen resiko yang mungkin timbul. Harus diidentifikasi mulai dari potensi ancaman, kerentanan, dan kapasitas yang dimiliki

Misalnya pada puncak musim hujan sekarang, aktivitas di sungai harus dihindari.

"Sungai kali rentan banjir longsor. Sekarang musim hujan singkiri dulu hindari dulu. Kalau merasa masih bisa, ya harus dipastikan Kapasitasnya. alat perlengkapannya kalau terjadi kerawanan mengatasinya pakai apa harus jelas. Aspek kapasitas dan pemahaman resikonya. Kalau secara umum Imbauannya pada musim hujan puncak bahkan puncak musim hujan yang masih akan dilanjut pancaroba dimana hujan lebat disertai agin kencang sangat berpotensi terjadi, sebaiknya yang beresiko ditunda dulu," jelasnya.

Ditambahkannya, pasca kasus tragedi susur sungai sempor smp 1 turi, pihaknya mengevaluasi program satuan pendidikan aman bencana. Guru harus memastikan anak dalam kondisi aman.

Jika sebelumnya fokus hanya pada ancaman di sekolah, namun sekarang harus memperluas pemahaman unsur terhadap ancaman bencana di luar sekolah.

"Karena pelajar juga dihadapkan pada ancaman bencana ketika mereka beraktivitas di luar sekolah. Kemping piknik outbound hiking dll. Sehingg harus memahami resiko di lokasi aktivitas dilakukan," jelasnya. (wur/ian)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00