• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hukum & Kriminal

Dua Pembina Jadi Tersangka Baru, Salah Satunya Ketua Gugus Depan Sekolah

24 February
22:18 2020
1 Votes (4)

KBRN, Yogyakarta : Sebanyak dua orang telah dinaikkan statusnya sebagai tersangka oleh aparat kepolisian. Dua orang tersangka baru ini terkait pengembangan kasus hanyutnya puluhan pelajar SMPN 1 Turi Kabupaten Sleman saat melakukan kegiatan pramuka susur sungai, Jumat (21/2/2020) sore, di aliran sungai Kali Sempor Desa Donokerto Kecamatan Turi Kabupaten Sleman.

Kabid Humas Polda DIY Kombes Polisi Yuliyanta kepada sejumlah media, Senin (24/2/2020) malam, mengungkapkan, dua orang pembina pramuka yang ditetapkan sebagai tersangka berinisial R dan DDS. Untuk tersangka R merupakan seorang guru dan sekaligus Pembina pramuka, sementara tersangka DDS hanyalah seorang Pembina pramuka saja.

“DDS dan R pada kegiatan susur sungai, yang satu ada di lokasi sekolah, yang sebenarnya dia juga Ketua Gugus Depan di sekolah tersebut. Sedangkan yang satu, tidak ada di sungai tetapi menunggu di tempat finish,” ujarnya.

Penetapan dua orang tersangka baru itu didasarkan dari pengembangan kasus, setelah sebelumnya polisi memeriksa total 22 saksi. “Mulai (Senin) tadi siang sudah dilakukan penahanan kepada yang bersangkutan. Jadi sampai saat ini, sudah ada tiga orang yang ditetapkan statusnya sebagai tersangka,” tutur Yuliyanta di Mapolda DIY.

Kombes Polisi Yuliyanta menegaskan, pada Senin siang, dua tersangka yang telah ditahan di Mapolres Sleman bersikap kooperatif. Penyidik menganggap sudah cukup bukti untuk dilakukan penahanan terhadap keduanya. Tiga dari tujuh orang Pembina pramuka telah ditetapkan sebagai tersangka atas insiden hanyutnya puluhan siswa SMPN 1 Turi Sleman yang telah merenggut nyawa 10 orang pelajar itu.

“Karena dari penyidik sudah menyatakan cukup, alat bukti, petunjuk dan sebagainya dianggap cukup untuk menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka,” paparnya.

Total ada tujuh orang Pembina pramuka pada kegiatan susur sungai yang berlangsung Jumat sore dan diikuti 249 orang siswa. Puluhan anggota penggalang Pramuka, pelajar SMPN 1 Turi sempat tersapu banjir luapan Kali Sempor yang datang tiba-tiba dari arah lereng Merapi. 10 pelajar putri yang hanyut dinyatakan tewas setelah tim gabungan melakukan proses pencarian selama dua hari.

“Pasal yang diterapkan adalah pasal 359 dan 360 KUHP untuk keduanya,” tandas Yuli. (ros/yyw)

  • Tentang Penulis

    Rosihan Anwar

    Reporter RRI Yogyakarta<br /><br />

  • Tentang Editor

    Yahya Widodo

    No description yet...&amp;amp;lt;br /&amp;amp;gt;&amp;amp;lt;br /&amp;amp;gt;

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00