• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sosial

Pemuda Katholik Menolak Tegas Intoleransi

17 February
09:15 2020

KBRN, Yogyakarta : Pemuda katolik bersikap tegas untuk menolak adanya upaya gerakan intoleransi yang ada di Karimun dan juga berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Ketum PP Pemuda Katolik, dr. Karolin Margaret Natasa menyebut, intoleransi dapat memecah belah kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Kami tegas menolak segala bentuk intoleransi di bumi pertiwi. Negara harus hadir dan konstitusi menjamin adanya kebebasan dalam hidup beragama di Republik Indonesia," kata Ketum PP Pemuda Katolik, dr. Karolin Margaret Natasa saat audiensi bersama Pengurus Pusat Pemuda Katolik ke Wakil Mentri Agama Bapak Zainut Tauhid Sa’adi di ruang Wamen Kementerian Agama di Jakarta (12/2/2020).

dr. Karolin Margaret Natasa yang juga Bupati Kabupaten Landak dalam siaran persnya mencontohkan, permasalahan penolakan pembangunan Gereja Karimun di Kepulauan Riau.

Menurutnya, Pengurus Pusat Pemuda Katolik memiliki perhatian yang serius terhadap penyelesaian yang bisa diterima oleh berbagai pihak.

"Pemuda Katolik juga telah melakukan pendampingan terkait proses pembagunan gereja tersebut melalui para kader dan Pengurus Komisariat Cabang Kab. Karimun Komda Kepulauan Riau," lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa’adi menyampaikan Kementerian Agama berkomitmen untuk memiliki perhatian yang serius terhadap penyelesaian yang dapat diterima para pihak yang bertentangan.

"Kami terus melakukan mediasi yang intensif demi memperoleh titik temu setiap perbedaan, sambil tetap menghormati proses pengadilan TUN yang sedang berjalan. Sebagai Wakil Ketua Umum MUI, saya juga akan berupaya mensinergikan dan mendorong keterlibatan yang positif dari MUI Provinsi Kepri dalam penyelesaian permasalahan ini," ujarnya.

Dikatakannya, problematika hubungan antar umat beragama memang hal yang sensitif, karena beragamnya karakter pemeluk agama di setiap agama, serta bervariasinya distribusi pemeluk agama di Indonesia yang menimbulkan adanya minoritas dan mayoritas di suatu daerah. Apa yang dialami mayoritas pemeluk suatu agama di daerah tertentu kadang dialami pula saat mereka menjadi minoritas di daerah lain. Begitu juga sebaliknya.

"Kami meyakini kesabaran setiap pihak dalam melakukan dialog inklusif dengan semangat kekeluargaan sebagai satu bangsa adalah praktik terbaik. Sekaligus wujud eksistensial negara dalam menjaga dan merawat kerukunan umat beragama di Indonesia. Sebagaimana bangsa ini telah membuktikan, dari banyaknya catatan riwayat keberhasilan masa lalu dalam penyelesaian konflik-konflik antar umat beragama, dengan menggunakan jalan musyawarah mufakat yang merupakan karakter khas bangsa kita, yang senantiasa mengutamakan kesesuaian, kesamaan, dan kesepakatan, dengan menolak pendekatan kekerasan," urainya.

Dalam pertemuan tersebut PP Pemuda Katolik juga menyampaikan rencana akan diselenggarakannya Rapimnas I di Riau pada 8-10 Mei 2020 dengan tema 'Menciptakan Pemuda Katolik yang Unggul Untuk Indonesia Maju' serta menentukan langkah dan kebijakan stategis pemuda Katolik yang tersebar di seluruh Indonesia. (wur/mrt/yyw).

00:00:00 / 00:00:00