• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pendidikan

Sekolah Ramah Anak dan Hidup Sehat, Tidak Sebatas Deklarasi

14 February
12:13 2020

KBRN, Yogyakarta : Mendeklarasikan sebagai Sekolah Ramah Anak dan Gerakan Hidup Sehat, SMP Negeri 6 Yogyakarta mewajibkan anak didiknya membawa tumbler.
Sekitar 470 siswa dari kelas 7 dan 8 SMP N 6 Yogyakarta, mengawali aktivitas Jumat pagi (14/02/2020) dengan kegiatan olahraga berjalan kaki mengelilingi Kelurahan Cokrodiningratan dengan membawa kantong sampah untuk digunakan sebagai tempat sampah ketika menemui sampah yang tercecer di sepanjang jalan yang dilalui.

Selain melakukan kegiatan jalan dan mengambil sampah di jalan, para siswa setibanya di sekolah melakukan cuci tangan sebagai bentuk pola hidup bersih serta melakukan sarapan pagi dengan bekal yang dibawa menggunakan tempat makanan dari rumah serta minum menggunakan tumbler.

Kepala Sekolah SMP N 6 Yogyakarta Dra. Titik Sugiyarti mengatakan, deklarasi Sekolah Ramah Anak dan Hidup Sehat di SMP N 6 Yogyakarta, tidak hanya sekedar deklarasi. Nantinya pola hidup bersih akan selalu dilakukan sehingga menjadi sebuah gerakan.

"Kami akan pantau tiap hari anak-anak, melakukan cuci tangan sebelum makan di tempat yang sudah disediakan, membawa tumbler untuk tempat minum serta membawa bekal makanan. Seandainya tidak membawa bekal paling tidak membawa tempat makanan dari rumah, sehingga mampu mengurangi produksi sampah plastik," katanya.

Titik menyebutkan, dukungan gerakan ini tidak hanya melibatkan para siswa maupun guru di sekolah. Dengan kepedulian para orang tua siswa seperti menyediakan air minum pada galon, sehingga dapat digunakan untuk mengisi tumbler yang dibawa para siswa.

Menurutnya, komitmen hidup sehat dan ramah anak dapat selalu terjaga. Pengawasan Ramah Anak dan Hidup Sehat dilakukan seluruh stakeholder sekolah seperti guru, siswa, wali kelas, orang tua maupun petugas kantin sekolah.

"Nantinya kantin juga akan kami sosialisasikan untuk menjual makanan sehat, kita juga akan kerjasama dengan Puskesmas untuk memberikan arahan kepada kantin. Lurah juga pernah menawarkan jika warga sekitar yang ingin menitipkan makanan sehat nanti langkah ke situ. Jangan sampai 3 tahun disini kantin menjual makanan yang tidak sehat untuk tumbuh kembang para siswa isine cuman makanan micin juga, rasanya juga berdosa juga kok kayaknya kita tidak peduli kepada siswa," jelasnya.

Ditambahkannya, pegawai kantin juga akan diarahkan untuk memberikan pemahaman kepada para siswa agar tidak membuang sampah sembarangan.

"Yang negur pegawai kantin juga tidak sekedar menjual tapi mengarahkan, sehingga namanya stakeholder harus satu visi," tambahnya.

Titik Sugiyarti menyebutkan, dengan visi Taqwa, Berprestasi dan peduli lingkungan, diharapkan para siswa tidak hanya sekedar memiliki prestasi dalam bidang akademik, namun juga memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya serta lingkungan dengan berlandaskan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan keyakinan dan agamanya masing-masing.

"Harapannya, komitmen ini tertanam dalam jiwa menjadi suatu kebiasaan. Tidak hanya sekedar takut kepada guru maupun wali kelas, tapi menjadi tertanam kejiwa anak untuk peduli lingkungan dan kebersihan. Meski berat tapi harapan ini yang tertanam menjadi pemacu, karena tidak hanya guru tapi peran orang tua, pembiasaan yang terpenting, tidak ada paksaan seperti kewajiban beribadah yang dilatih sejak kecil kami di sekolah hanya melanjutkan," pungkasnya. (ian/mrt)

00:00:00 / 00:00:00