• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kesehatan

Stok Kosong, Pemda DIY Pakai Dana Buffer Untuk Pengadaan Vaksin Polio

13 February
20:04 2020

KBRN, Yogyakarta : Dinas Kesehatan DIY mengakui adanya kekosongan stok vaksin polio di seluruh wilayah DIY. Seluruh kabupaten/ kota mengeluhkan tidak adanya stok vaksin polio.

"Memang hampir semua kabupaten/kota kosong," kata Kepala Dinas Kesehatan DIY, drg Pembayun Setyaning Astutie di ruang kerjanya Kamis (13/2/2020).

Pembayun menyebut pemerintah daerah kesulitan mengatasi persoalan kekosongan stok vaksin polio. Karena sebenarnya menurut PMK 12 tahun 2012 pengadaan vaksin polio kewenangan pemerintah pusat. Namun hingga saat ini, stoknya belum ada.

Dinas Kesehatan DIY dan kabupaten/kota pun tidak memiliki stok, karena jumlah kebutuhan vaksin sudah dihitung berdasarkan sasarannya.

" Contohnya Kebutuhan DIY 2600 vial perbulan untuk bayi 3529 anak padahal harus diberikan 3 dosis jadi butuh 10587 dosis itu sekitar 2.647 vial," jelasnya.

Pembayun menyebut pemda DIY dan pemkab/ pemkot terus berupaya mencari solusi memenuhi kebutuhan vaksin polio. Selain mendesak pengadaan vaksin dari pemerintah pusat, meminta stok di biofarma, Dinkes DIY juga merevisi anggaran. Yakni memanfaatkan dana buffer atau penyangga yang sedianya untuk kebutuhan darurat misalnya saat ada bencana, dialihkan untuk pengadaan vaksin polio. Anggaran yang dibutuhkan untuk vaksin polio di DIY perbulannya mencapai sekitar 440 juta rupiah.

"Pokoknya secepat mungkin minta kebijakan mulai proses pengadaan. Karena itu kewajibannya pusat, tapi karena mereka (pusat) belum bisa melakukan pengadaan, maka DIY dan kabupaten/kota harus melihat kembali terus mencari cara untuk mencari solusi. DIY mencoba merevisi anggaran yang seharusnya dana buffer untuk program lain diubah di fokuskan ke polio. 1 vialnya seharga 170 ribu DIY butuh anggaran sekitar 440 juta perbulan. Mudah-mudahan pengadaannya segera diwujudkan," paparnya.

Sebelumnya, Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Endang Sri Rahayu mengatakan vaksin polio dari pusat sudah mulai habis pada pertengahan 2019.

Pemkot Yogya kemudian melakukan pengadaan vaksin menggunakan APBD Kota Yogyakarta sesuai kebutuhan 2019. Namun untuk tahun 2020 belum ada pengadaan oleh Pemkot.

Kepala Puskesmas Gedongtengen Kota Yogyakarta, Tri Kusumo Bawono mengatakan, vaksin polio di puskesmasnya mulai kosong sejak Rabu lalu.

"Ada 20 anak yang masuk “daftar tunggu" vaksinasi polio," jelasnya. (wur/ian)

00:00:00 / 00:00:00