• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Beratkan Rakyat, DPRD DIY Tolak Penghapusan Subsidi LPG 3 kg

22 January
20:00 2020
0 Votes (0)

KBRN, Yogyakarta : DPRD DIY menolak rencana pemerintah pusat menghapusan subsidi LPG 3 kg.

Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana menyebut pencabutan subsidi LPG 3 kg akan sangat memberatkan masyarakat,

"saya sebagai wakil rakyat di DIY tidak setuju, saya minta pemerintah pusat mengkaji ulang, DPR RI juga harus memperjuangkan agar pencabutan subsidi ini jangan sampai terjadi,” katanya usai memghadiri Penyerahan LHP BPK, di Gedung BPK Perwakilan DIY, Rabu (22/1/2020).

Penghapusan subsidi LPG 3 kg juga dinilai tidak berpihak pada upaya pengentasan kemiskinan.

“Harus ditinjau ulang, dievaluasi lagi, karena itu sangat memberatkan masyarakat kecil. Kehidupan masyarakat sekarang sudah berat, BPJS naik, gas melon tambah naik lagi, kami sama sekali tidak setuju, harus dievaluasi. Kita di daerah berusaha mengentaskan kemiskinan mati-matian, tetapi kebijakan pusat malah seperti itu, kan repot jadinya,” lanjutnya.

Jika subsidi benar-benar dicabut, menurut Huda, hal ini menunjukkan ketidakjelasan arah kebijakan Pemerintah pusat.

"Dulu ganti gas LPG 3kg itu kan gara-gara minyak tanah, saat itu subsidinya besar, terus ganti gas yang lebih murah, subsidinya lebih kecil. Nah, kalau sekarang dinaikkan lagi ya percuma, tidak ada arah kebijakan yang jelas, ini tuh kayak telur sama ayam duluan mana,” katanya.

Dampak pencabutan subsidi tidak hanya pada warga miskin ataupun pelaku usaha mikro, tetapi berdampak luas.

"Misalnya yang jual-jual makanan, PKL itu, angkringan, pake LPG subsidi, kalau LPG nya naik, harganya naik jualannya. Yang susah gak cuma penjualnya, mahasiswa susah, seluruh Indonesia susah juga, dari berbagai daerah ke Yogyakarta ini. Jika subsidi dihapus, akan diikuti kenaikan-kenaikan lainnua, efek ekonomi dirasakan seluruh masyarakat. Jadi ini harus dibatalkan, kecuali ada skema penyaluran subsidi yang benar-benar tepat sasaran," tandasnya. (wur/ian)


tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00