• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hukum & Kriminal

Ketika Istri Walikota Mulai Disebut di Persidangan Korupsi

22 January
21:59 2020
0 Votes (0)

KBRN, Yogyakarta : Kasus suap dengan terdakwa utama, oknum jaksa fungsional Kejari Kota Yogyakarta, Eka Safitra, terus memunculkan fakta dan kesaksian mengejutkan serta menarik. Pada persidangan lanjutan, Rabu (22/1/2020) siang, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kota Yogyakarta, saksi penyuap Gabriella Yuan Ana Kusuma mengungkapkan keterangan mengejutkan.

Wanita cantik berusia 30 tahun itu menyebut, Tri Kirana Muslidatun yang tak lain istri Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti, pernah meminta fee atas tender proyek drainase atau Saluran Air Hujan (SAH) di Jalan Soepomo senilai lebih dari Rp 10 miliar.

PT Widoro Kandang perusahaan milik saksi dan juga sekaligus terdakwa Gabriella, yang sebelumnya telah dijatuhi hukuman 18 bulan penjara, merupakan pemenang tender proyek SAH di Jalan Soepomo. Sedangkan Tri Kirana Muslidatun, diduga kuat membawa bendera PT Jaya Semanggi, ada di urutan kedua pemenang tender. Akibat kalah penawaran tender, Tri Kirana diduga meminta imbalan.

“Ada permintaan fee sebesar setengah persen dari PT Jaya Semanggi yang dibawa Bu Tri Kirana,” kata Gabriella yang memberikan keterangan untuk terdakwa Eka Safitra.

Tak hanya itu saja, Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti juga diduga kuat sempat meminta fee lewat Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta, Agus Tri Haryono. Namun demikian, Gabriella mengaku tak tahu digunakan untuk apa uang tersebut.

“Ya, fee untuk walikota tapi tidak tahu untuk apa,” ujar ibu tiga orang anak itu.

Aktivis Jogja Corruption Watch, Baharuddin Kamba, mengaku prihatin atas terungkapnya sejumlah nama penting di persidangan kasus suap tersebut. Kamba memprediksi masih banyak praktik korupsi dan kolusi yang bisa saja belum terbongkar pada proyek-proyek pembangunan yang selama ini berlangsung di Kota Yogyakarta.

“Sebab itu, saya meminta kepada KPK agar mengusut kasus ini sampai tuntas. Semoga kasus ini bisa menjadi pintu masuk terbongkarnya kasus-kasus korupsi lainnya,” tutur pria yang juga anggota Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Yogyakarta.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Wawan Yunarwanto, usai persidangan menyatakan, pihaknya berencana memanggil Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPKP Kota Yogyakarta, Aki Lukman Norhakim sebagai saksi dalam sidang lanjutan yang digelar pekan depan.

Aki merupakan saksi penting untuk memberikan keterangan terkait fee yang disampaikan saksi dalam sidang kali ini.

"Iya kami akan panggil dalam sidang berikutnya, apakah benar ada fee atau tidak karena Kadis (Agus Tri Haryono) dalam sidang sebelumnya mengatakan tidak ada fee," tandasnya. (ros/yyw)

  • Tentang Penulis

    Rosihan Anwar

    Reporter RRI Yogyakarta<br /><br />

  • Tentang Editor

    Yahya Widodo

    No description yet...&amp;amp;lt;br /&amp;amp;gt;&amp;amp;lt;br /&amp;amp;gt;

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00