• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Olah Raga

Bentuk Kecintaan Terhadap Seto, Suporter Terus Bergolak

22 January
19:39 2020
0 Votes (0)

KBRN, Yogyakarta : Latihan perdana PSS Sleman pada, Selasa (21/1/2020) sore, dikejutkan dengan aksi demo mendadak yang dilakukan puluhan orang berbaju gelap yang mendatangi lapangan Yogyakarta International School (YIS). Lapangan yang terletak di Dusun Jombor Lor, Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati sontak mendadak riuh akibat aksi para suporter yang menolak kehadiran sosok Eduardo Perez Moran di kursi kepelatihan PSS Sleman.

Aksi itu merupakan bentuk rangkaian pergolakan yang dilakukan kelompok suporter pendukung, khususnya Brigata Curva Sud (BCS). Sebelumnya, BCS menempelkan poster yang mengecam pemecatan Seto Nurdiyantoro. Poster dan selebaran di tempel di tiang listrik, pepohonan, tembok-tembok pertokoan hingga trotar,

Otong salah satu anggota BCS kepada RRI menyebutkan aksi protes dan demo tersebut merupakan bentuk solidaritas terhadap mantan pelatih Seto Nurdiyantoro yang diberhentikan mendadak oleh manajemen.

“Ya nggak layak to Pak, soalnya dia kan local pride. Kenapa harus dari luar kalau putra daerah sendiri,” tuturnya.

 Seto yang merupakan legenda hidup sepakbola Yogyakarta, menurut Otong dan rekan-rekannya yang melakukan aksi, tak pantas diberhentikan oleh manajemen, setelah berhasil membawa klub berjuluk Super Elang Jawa itu, bertahan di Liga 1 musim lalu.

“Jika dibanding (Eduardo), harga (kontrak) juga Coach Seto lebih terjangkau. Bukannya Coach Seto murah, tetapi kalau ada putra asli Sleman yang berpotensi kenapa harus asing?” ujar pemuda asal Tempel itu.

Sementara itu, salah satu pemain PSS yang diwawancarai RRI, Rabu (22/1/2020) sore, Alfonso De Lacruz menyatakan pemain PSS dapat menerima kekecewaan para suporter. Namun para pemain tetap akan bermain secara profesional di bawah pelatih baru, Eduardo Perez.

“Saya tidak tahu mereka datang dari mana saja, tetapi saya bisa memahami apa yang mereka rasakan. Namun kami di sini akan tetap bermain profesional untuk membela PSS,” katanya ketika latihan hari kedua di lapangan yang sama.

Kekecewaan kelompok suporter tidak hanya pada pergantian pelatih, namun juga proses rekruitmen pemain yang dinilai lambat dan tidak profesional. Para suporter juga menuntut jajaran manajemen PSS agar mengundurkan diri.  (ros/yyw)

  • Tentang Penulis

    Rosihan Anwar

    Reporter RRI Yogyakarta<br /><br />

  • Tentang Editor

    Yahya Widodo

    No description yet...&amp;amp;lt;br /&amp;amp;gt;&amp;amp;lt;br /&amp;amp;gt;

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00