• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Bencana Alam

Cuaca Ekstrim Bisa Muncul Setelah Anomali Cuaca

21 January
20:37 2020
3 Votes (5)

KBRN, Yogyakarta : Anomali cuaca di Yogyakarta, menyebabkan musim hujan terasa seperti musim kemarau. BMKG memprediksi, situasi ini berlangsung hingga tiga hari ke depan, suhu udara siang hari terasa panas, karena temperaturnya mencapai 33 derajat celcius.

”Ini terjadi karena di bagian barat dari Jawa Barat, ada tekanan udara yang tinggi, lalu di Australia ada tekanan udara rendah, angin bergerak dari tekanan tinggi ke tekanan rendah, menyebabkan awan-awan di DIY menyebar tidak ada potensi tumbuhnya awan hujan,” kata Kepala Stasiun Geofisika Kelas 1 BMKG Yogyakarta, Agus Riyanto, di Bantul, Selasa (21/1/2020).

Yang perlu diwaspadai masyarakat menurut Agus, hasil analisa BMKG terkait potensi munculnya cuaca ekstrim seperti hujan lebat, setelah anomali cuaca berlangsung. Terkait hal ini, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bantul Dwi Daryanto, terus memantau perkembangan cuaca, untuk menyikapi potensi bencana yang mungkin muncul.

”Dan setiap saat kita juga dengan teman-teman memantau dan mensuport di 20 pos pantau yang saat ini terus eksistensi, untuk menjaga wilayahnya masing-masing dan menginformasikan terkait dengan perkembangan situasi dan kondisi di wilayah,” ungkap dia.

Panasnya suhu udara siang hari saat anomali cuaca, rentan memicu timbulnya penyakit. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul Fauzan, mencontohkan gangguan kesehatan yang mungkin muncul, seperti infeksi saluran pernafasan (ISPA), kemudian gangguan pencernaan, serta diare.

”Kalau seperti ini kan stamina kita banyak gangguan, dengan adanya stamina yang turun ini kan mudah sekali menimbulkan penyakit, walaupun di lain waktu juga sama penyebabnya, tetapi dengan kondisi seperti ini akan lebih mudah munculnya penyakit bersamaan dengan cuaca ekstrim ini,” terangnya.

Agar kesehatan masyarakat tetap terjaga selama anomali cuaca berlangsung, Fauzan mengingatkan, pentingnya menjaga pola hidup bersih dan sehat, termasuk pola makan seimbang, dengan memperbanyak konsumsi buah dan sayur, agar asupan vitamin dan nutrisi tubuh tercukupi. (ws/yyw)   

  • Tentang Penulis

    Wahyu Suryo

    Reporter RRI Yogyakarta<br /><br />

  • Tentang Editor

    Yahya Widodo

    No description yet...&amp;amp;lt;br /&amp;amp;gt;&amp;amp;lt;br /&amp;amp;gt;

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00