• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Pemda DIY Berharap, Pelaku Usaha Mikro Harus Dapat Subsidi LPG

21 January
14:05 2020
0 Votes (0)

KBRN, Yogyakarta : Sekda DIY, Kadarmanto Baskoro Aji di Kepatihan Yogyakarta mengatakan, LPG bersubsidi kemasan 3 kg muncul sebagai pengganti bahan bakar minyak tanah bersubsidi yang digunakan pelaku usaha kecil.

Untuk itu, ketika pemerintah berencana menghapus atau mengalihkan subsidi, atau membatasi penyaluran LPG bersubsidi harus dipastikan pelaku usaha mikro tetap mendapatkan subsidi itu agar usaha mereka tetap berjalan. Bentuk subsidi yang diberikan bisa subsidi langsung, atau dimasukkan PKH untuk pembelian LPG.

"Kita akan mengikuti saja, LPG sekarang mengganti minyak tanah subsidi pemerintah. Kalau kemudian mekanisme subsidi berbeda kita berharap UMKM pengusaba kecil, keluarga tidak mampu tetap mendapatkan subsisi bentuknya apa subsidi langsung pembelian lebih murah. Dimasukkan PKH, PKH kan ada untuk sekolah, beras, beli LPG tak masalah masyarakat," ungkap Kadarmanto Baskoro Aji, Senin (20/1/2020) sore.

Kadarmanto Baskoro Aji menambahkan, meski tidak masuk keluarga miskin penerima BPNT, pelaku usaha mikro harus mendapat subsidi karena subsidi kepada pelaku usaha mikro juga mensubsidi banyak kelompok masyarakat lainnya. Misalnya usaha mikro makanan menyediakan makanan untuk mahasiswa. Dengan subsidi, biaya produksi rendah, harga jual terjangkau.

"Kriteria keluarga untuk UMKM, usaha mikro kecil harus mendapatkan karena kalau tidak mendapatkan dia tidak dapat untung dari proses usahanya. Kalau usaha UMKM penyedia makanan anak kos tidak disubsidi, harga naik anak kos tidak laku. Kita beri subsidi kan tidak jelas. Bukan hanya penjual tapi anak kos. Anak kos juga karena harga jual tetep lebih murah," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI) Yogyakarta Fatma Arief Fianti menyebut jika pelaku usaha mikro tidak mendapat subsidi LPG, usaha mereka akan kollaps. Biaya produksi meningkat sementara serapan pasar rendah. (wuri/mrt/yyw).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00