• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Lingkungan

Konservasi Telaga, AMPI Tanam Ribuan Sengon Laut

18 January
19:10 2020
1 Votes (5)

KBRN, Gunungkidul : Pengurus Angkatan Muda Pembaharuan Indoneisa (AMPI) Gunungkidul, Yogyakarta melakukan konservasi telaga dengan menanam ribuan tanaman sengon laut.

Acara ini digelar sebagai rangkaian pelantikan AMPI Kecamatan Panggang, Gunungkidul masa bakti 2020 - 2025. Pelantikan dilaksanakan di Balai Dusun Bali, Desa Girisekar, Kecamatan Panggang, Sabtu (18/1/2020).

Anggota DPR RI, Gandung Pardiman mengatakan, di era milenial AMPI harus ikut berkontribusi dan turut serta membangun daerah dengan program yang kreatif dan mandiri.

Sebagai gerakan otonom Partai Golongan Karia (Golkar), AMPI harus memiliki semangat pembaharuan bagi Indonesia. Sehingga calon pemimpin muda ini harus punya visi misi dan hidup yang baik dalam berorganisasi.

"Kita melihat semangat anak muda yang kuat. Semua muda dan ini aset bangsa. Kita berharap mereka mendatang dapat menjadi pemimpin bangsa ini," ujar Gandung Pardiman.

Ketua AMPI Gunungkidul, Heri Nugroho, mengatakan AMPI yang sudah terbentuk di setiap kecamatan diharapkan dapat berinovasi dan mampu melihat potensi di wilayah masing-masing.

Pihaknya mencontohkan upaya konservasi telaga yang dilakukan tersebut diharapkan dapat dilanjutkan dengan perawatan demi kelestarian kawasan Telaga Pakem yang airnya banyak dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.

"Telaga yang beberapa waktu terakhir tak terisi air diharapkan dapat kembali difungsikan. Baik untuk kebutuhan ternak atau usaha perikanan," katanya.

Pihaknya juga menyinggung agar AMPI peka terhadap kerawanan remaja. Seperti tindakan Klithih yang belakangan meresahkan masyarakat. “AMPI harus ikut berkontribusi membantu pihak berwajib menanggulangi klithih,” tukas Heri. (wib/yyw).

  • Tentang Penulis

    Wahyu Wibowo

    Kontributor RRI Yogyakarta

  • Tentang Editor

    Yahya Widodo

    No description yet...<br /><br />

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00