• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kesehatan

Serangan Antraks, Pemkab Gunungkidul Awasi Lalu Lintas Hewan Ternak

16 January
18:29 2020
1 Votes (5)

KBRN,Gunungkidul : Pasca adanya wabah antraks di sejumlah wilayah di Gunungkidul, Yogyakarta, pemerintah daerah setempat memperketat pengawasan lalu lintas ternak, keluar dan masuk dari dan ke Kabupaten Gunungkidul.

Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Veteriner, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Retno Widiastuti mengatakan, hewan ternak dari Desa Gombang sementara waktu tidak diperbolehkan untuk dijual atau dibawa keluar dari desa tersebut.

"Merujuk uji laboratorium dinyatakan positif antraks,Dinas Pertanian dan Pangan melakukan Isolasi diwilayah terdampak," katanya kepada media, Kamis (16/1/2020).

Retno juga memaparkan, Pihaknya telah melakukan suntikan antibiotik terhadap hewan ternak di Desa Gombang dan pihaknya akan melakukan pemantauan hingga 20 hari kedepan. Apabila tidak terdapat tambahan ternak mati mendadak, isolasi akan dihentikan.

"Dinas Pertanian dan Pangan juga akan mengaktifkan pos lalu lintas ternak di dua lokasi yakni di Desa Bedoyo dan Di Kecamatan Ngawen," ulasnya.

Dengan adanya pos lalu lintas ternak tersebut, lanjut Retno, diharapkan mampu memantau peredaran ternak yang masuk maupun keluar dari Gunungkidu. Termasuk pemantauan kesehatan hewan ternak.

Sementara Bupati Gunungkidu, Badingah mengatakan, pihaknya mengajak masyarakat untuk tidak takut mengkonsumsi daging kambing dan sapi.

Ajakan makan daging itu diawali dengan mengajak seluruh kepala OPD, DPRD dan masyarakat yang dilakukan hari ini disalah satu rumah makan di Gunungkidul.

"SUdah saya buktikan daging di Gunungkidul sehat. Masyarakat tidak perlu was-was," paparnya.

Bupati juga mengatakan, masyarakat tidak perlu resah menyikapi maraknya kasus antraks, karena penanganan antraks saat ini sudah dilaksanakan sesuai dengan SOP yang benar.

  • Tentang Penulis

    Wahyu Wibowo

    Kontributor RRI Yogyakarta

  • Tentang Editor

    Yahya Widodo

    No description yet...<br /><br />

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00