• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hukum & Kriminal

Diklaim Banyak Pengikut, Polisi Masih Belum Terima Laporan Korban KAS

16 January
11:14 2020
1 Votes (3)

KBRN, Yogyakarta : Kabid Humas Polda DIY Kombes. Pol. Yuliyanta menyatakan, sampai saat ini masih belum ada warga Yogyakarta yang resmi melapor ke pihak kepolisian, pasca viralnya kerajaan Keraton Agung Sejagat (KAS) yang dipopulerkan oleh Toto Santoso Hadiningrat. Aparat sendiri akhirnya bertindak tegas dengan menghentikan segala aktivitas KAS di Purworejo Jawa Tengah.

“Kalau sampai saat ini belum ada, saya berharap masyarakat yang menjadi korban penipuan Keraton Agung Sejagat bisa lapor,” ujarnya, kepada rri.co.id, Kamis (16/1/2020).

Walaupun mengklaim memiliki ribuan pengikut, namun Polda belum menelusuri kebenaran klaim yang dilontarkan, Toto Santoso yang kini mendekam di ruang tahanan Mapolda Jawa Tengah (Jateng). Masyarakat pun diminta tidak mudah terpedaya dengan keberadaan aliran atau ajaran yang tak jelas asal usulnya tersebut.

“Saya kira ini untuk kewaspadaan saja bagi masyarakat. Kasus seperti ini jangan sampai terulang lagi,” tuturnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sleman, AKP Rudy Prabowo menyatakan benar adanya penggeledahan di rumah kontrakan milik Sutarjo yang disewa oleh Toto Santoso Hadiningrat, yang mengaku sebagai raja dari Keraton Agung Sejagat.

Petugas kepolisian Polres Purworejo dan Polda Jawa Tengah dibantu jajaran Polres Sleman melakukan penggeledahan di rumah kontrakan yang terletak di Jalan Berjo Pare Dusun Ngabangan Desa Sidoluhur Kecamatan Godean Kabupaten Sleman.

Penggeledahan yang dilakukan Rabu dini hari tersebut mengamankan sejumlah barang bukti dari TKP tersebut. Rudy Prabowo menyatakan, masyarakat yang merasa dirugikan dan pernah terlibat dalam kegiatan Keraton Agung Sejagat diminta untuk melaporkannya ke pihak berwajib.

“Kami hanya membantu Polres Purworejo dan Polda Jateng. Masalah penyelidikan dan penyidikan selanjutnya, kami serahkan ke Polda Jateng,” tuturnya.

Dari rumah kontrakan tersangka Toto, petugas menyita sejumlah barang bukti seperti satu buah senjata soft gun jenis Makarov buatan Rusia, satu set pakaian punggawa kerajaan, 13 buah kartu anggota KAS, tiga cap stempel dan sejumlah dokumen keanggotaan KAS.

“Harapan saya masyarakat harus lebih bijak lagi, jangan sampai dimanfaatkan oleh kepentingan satu-dua orang. Jangan sampai kena tipu daya, harus tahu apa yang nanti dilakukan itu memiliki punya konsekuensi hukum,” tandas Rudy Prabowo.

Viralnya kerajaan Keraton Agung Sejagad sempat membuat publik dihebohkan dengan sepak terjang Toto Santoso Hadiningrat dan Ratu Dyah Gitarja alias Fanni Aminadia. Kerajaan ini mengaku sebagai penguasa dunia dan melanjutkan kebesaran kerajaan Majapahit tempo dulu.

Sejak mendeklarasikan diri pada Jumat 10 Januari di Desa Pogung Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo, Toto Santoso menyatakan memiliki ribuan pengikut yang tersebar di berbagai daerah serta memegang kekuasaan penuh terhadap berbagai kerajaan dan negara di dunia. (ros/yyw).

  • Tentang Penulis

    Rosihan Anwar

    Reporter RRI Yogyakarta<br /><br />

  • Tentang Editor

    Yahya Widodo

    No description yet...&amp;amp;lt;br /&amp;amp;gt;&amp;amp;lt;br /&amp;amp;gt;

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00