• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Kemendag Minta Satgas Pangan Telusuri Kenaikan Harga Telur Ayam

16 December
17:44 2019
0 Votes (0)

KBRN, Yogyakarta : Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), harga sejumlah komoditi pangan di DIY mengalami kenaikan harga khususnya pada telur ayam, daging ayam dan bawang merah.

Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan (Kemendag), Tjahya Widayanti mengatakan, berdasar pemantauan, hampir sama dengan temuan di daerah lain, harga telur ayam di pasar tradisional mencapai Rp 25.500 hingga Rp 26.000 per-kilogramnya.

"Harga itu, diatas harga acuan Rp 23.000 per-kilogramnya," tutur Tjahya Widayanti pada Rakor kesiapan menghadapi natal dan tahun baru di Gedhong Pracimasono Kepatihan Yogyakarta, Senin (16/12/2019).

Menyikapi hal itu, pihaknya meminta Tim Satgas Pangan melakukan pengecekan, karena meski ada kenaikan permintaan sebenarnya pasokan cukup lancar.

"Ini yang menjadi pertanyaan kami. Ada apa sebenarnya. Untuk tahu normal atau tidaknya kita juga hubungi Kelompok Peternak Ayam Petelur (Pinsar) Cabang Jogja. Kami minta Tim Satgas Pangan untuk mengecek kenapa naik. Karena kalau kami tanyakan ke pedagang tidak ada kesulitan pasokannya. Atau karena kenaikan biaya produksi karena ada isu kenaikan harga jagung," terangnya.

Selain harga telur ayam, harga daging ayam juga mengalami kenaikan dibanding sebelumnya. Namun harga daging ayam di DIY masih sesuai harga acuan yang ditetapkan pemerintah.

"Komoditi ini dijual dengan harga kisaran Rp 33 ribu hingga Rp 34 ribu. Kondisi tersebut tergantung dijual dalam ayam utuhan atau ayam potong kiloan.
Kami menghimbau agar pedagang tetap menjaga tetap wajar. Tidak ada alasan menaikan harga. Agar masyarakat umum maupun yang menjalani perayaan natal dan tahun baru dapat menikmati dengan senang tanpa terbebani harga," katanya.

Sementara itu, pedagang telur di Sleman, Johan mengatakan, sebenarnya kenaikan harga telur selalu terjadi saat pencairan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

"Setiap masa pencairan BPNT telur naik, harga di kandang saja sudah Rp 24.000 perkilogramnya. Kami juga tidak tahu alasan peternak menaikkan harga," katanya. (wury/ryt/yyw).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00