• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kesehatan

Masih Ada Diskriminasi pada Anak dengan HIV Aids

4 December
16:11 2019
0 Votes (0)

KBRN, Yogyakarta : Hingga saat ini, masih banyak korban meninggal dunia serta kentalnya stigma negatif-diskriminatif kepada Orang Dengan HIV AIDS (ODHA), padahal HIV AIDS bisa menimpa siapa saja.

Aktivis Pejuang HIV AIDS DIY, Mahda, pada seminar dalam rangka Hari AIDS Sedunia 2019 dengan tema 'Lindungi Anak Untuk Tidak Tertular HIV dan AIDS' di Dinas Kebudayaan DIY Rabu pagi (4/12) mengatakan, data Dinkes DIY hingga Triwulan III 2019, jumlah kumulatif kasus HIV di DIY adalah 5140 kasus, 1707 diantaranya fase AIDS.

Dari jumlah tersebut, 73 kasus HIV AIDS pada anak-anak yang tidak berdosa, berasal dari dalam maupun luar wilayah DIY.

"Kondisi saat ini diketahui 19 sudah meninggal. Sekarang hampir setengah ADHA tidak diasuh orang tuanya, tetapi hidup bersama nenek, saudara, atau orang tua angkat," papar Mahda, Rabu (4/12/2019).

Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembayun Setyaning Astutie menjelaskan Pemda DIY menargetkan zero HIV AIDS pada 2030. Namun sayangnya hingga saat ini masih adanya kasus HIV pada bayi dan anak yang menjadi PR besar bagi DIY.

Angka infeksi pada ibu rumah tangga juga cukup tinggi, sehingga perlu diwaspadai penularan pada bayi, yang artinya bisa mengarah pada epidemi meluas. Untuk itu, Dinkes DIY terus berupaya memastikan semua ibu hamil diskrining HIV, dan kemudian mendapatkan penanganan lanjutan yang tepat.

"Memastikan ibu hamil yang reaktif mendapat pengobatan. Memastikan ibu hamil yang reaktif menerima layanan kesehatan hingga persalinan sesuai standar. Memastikan bayi yang lahir dari ibu reaktif mendapat ARV, dan memastikan status HIV bayi dengan pemeriksaan standar. Memastikan bayi atau anak yang reaktif mendapatkan pengobatan," jelas Pembayun.

Pembayun menyebut semua RSUD bahkan seluruh Puskesmas di DIY sudah dapat digunakan untuk tes HIV, ditambah beberapa rumah sakit swasta.

Jumlah layanan Perawatan Dukungan dan Pengobatan PDP di DIY saat ini 26 layanan, tahun depan akan dikembangkan lagi 25 layanan PDP baru sebagai salah satu upaya memastikan akses pengobatan dalam kebijakan akselerasi ODHA on ARV. (wury/mrt/yyw).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00