• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Lingkungan

Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Bencana

3 December
16:53 2019
0 Votes (0)

KBRN, Yogyakarta : Menghadapi musim penghujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta DIY) telah memetakkan lokasi rawan terjadinya bencana alam angin kencang, banjir dan tanah longsor.

Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantana menyatakan, pihaknya juga sudah melakukan pengecekan ketersediaan peralatan penanganan darurat, seperti chainsaw, bronjong dan logistik, sertab keperluan lain seperti tikar, matras dll.

Menurutnya, kesiapsiagaan daerah menghadapi musim hujan ada beberapa hal, pemetaan mana yang kemudian rawan terhadap longsor, banjir dsb.

“Kesiapsiagaan peralatan dan logistik chainsaw, angkutan material, termasuk juga bronjong, pasir, karung kita cek kondisinya aman, termasuk logistik kebutuhan makan non makan seperti selimut, tikar aman. Kita cek kondisinya seperti aman," ujar Biwara Yuswantana, di Kepatihan Yogyakarta, Selasa (3/12/2019).

Biwara Yuswantana juga menyebut, perbaikan sejumlah sarana prasarana yang rusak terdampak banjir tahun lalu juga sudah dibenahi sehingga diharapkan lebih aman.

Meski begitu langkah pencegahan mewaspadai potensi angin kencang di musim pancaroba, awal musim hujan sangat penting. Yakni dengan memangkas pepohonan yang sudah lapuk dan membersihkan saluran air agar air hujan bisa mengalir lancar.

"Semua selesai terkait hujan, air sungai sudah teratasi. Tahun ini beberapa jembatan pengaman, jembatan termasuk juga pada pengaman jalan kita lakukan tahun ini. Baik provinsi maupun kabupaten," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial DIY, Untung Sukaryadi mengatakan Seribu  taruna siaga bencana siap diterjunkan jika sewaktu-waktu terjadi bencana.

"Siap Tagana itu tidak ada kata-kata tidak siap. Taganya kita itu ada Seribu 70. Nah untuk menambah kekuatan sudah terbentuk yang namanya kampong siaga bencana," jelas Untung Sukardi.

Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto mengatakan mitigasi bencana sangat penting. Masyarakat diharapkan sadar akan potensi bencana di wilayahnya, sehingga dapat mengambil langkah antisipatif pengurangan resiko bencana.

Berdasar laporan harian PUSDALOPS PB DIY, adanya angin kencang pada Senin (02/12/) pukul 13.00 - 16.30 kemarin di Prambanan dan Kalasan Sleman mengakibatkan 26 rumah rusak, 10 pohon tumbang, terganggunya akses jalan di 6 titik dan kerusakan jaringan listrik di satu titik.  (wur/mrt/yyw).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00