• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sosial

DIY Kaji Bus Line Trans Jogja

2 December
20:50 2019
0 Votes (0)

KBRN, Yogyakarta : Dinas Perhubungan (Dishub) DIY akan melaksanakan studi terkait jalur prioritas berupa bus line untuk bus Trans Jogja.

Busline untuk Trans Jogja ini semacam jalur khusus sepeda di DKI Jakarta. Studi akan dilakukan tahun depan.

"Kami akan lakukan studi sampel di beberapa simpang yang memiliki antrean panjang. Ada lima titik jalur yang akan dibuat jalur prioritas agar bus ini aman dan semakin diminati masyarakat. Seperti di Condongcatur dan juga Gejayan, " kata Kepala Bidang Angkutan Darat, Dinas Perhubungan DIY, Sumariyoto usai melakukan evaluasi kinerja Trans Jogja di kantor Dishub DIY, Senin (2/12/2019).

Busline ini akan ditempatkan di tengah-tengah lajur dengan beberapa pertimbangan. 

"Kalau ditempatkan di pinggir akan banyak gangguan seperti parkir motor, parkir mobil hingga pedagang kaki lima," katanya. 

Penanda jalur ini juga akan menggunakan warna yang mencolok yaitu merah dan kuning. Garis yang digunakan, garis solid, artinya kendaraan lain tidak boleh masuk kecuali bus Trans Jogja. Sementara, kalau marka putus artinya kendaraan lain masih bisa melintas. 

Dinas Perhubungan DIY juga tengah menyiapkan payung hukum untuk penegakan terkait pelanggaran bus line ini, sehingga ada kepastian hukum atas keberadaan jalur prioritas ini. 

Diakuinya, beberapa kali pihaknya lemah dalam menegakkan hukum. Salah satunya, mengenai tulisan jalur khusus bus yang berada di dekat halte-halte Trans Jogja. 

"Kami harus akui lemah dalam penegakan hukum. Tulisan jalur khusus bus Trans Jogja ini sebetulnya sudah ada di dekat halte-halte Trans Jogja, tetapi hilang karena terkena overlay jalan dan belum bisa melaksanakan pengadaan lagi, " tuturnya. 

Dishub DIY juga akan terus berupaya agar Trans Jogja mendapatkan prioritas di jalan, sehingga minat masyarakat menggunakan transportasi publik massal semakin tinggi.

Selain itu, juga akan diupayakan untuk dapat memberikan perlakuan khusus bagi penumpang usia lanjut, penyandang disabilitas dan pelajar. 

"Kalau bisa memang gratis. Namun, memang harus ada perhitungan khusus subsidinya," paparnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan DIY, Sigit Sapto Raharjo mengatakan interval bus juga harus dievaluasi. Hal ini mengingat kondisi dari tahun 2012 sampai sekarang berbeda. 

"Ada yang rutenya sama dari tahun 2012 tapi waktu tempuh ditarget 1,5 jam. Ini juga harus dievaluasi. Ini penting agar tidak ada kesan bus kemudian ugal-ugalan dan kebut-kebutan dalam mengejar interval," katanya. (wur/ian)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00