• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sosial

JPO Dimanfaatkan Maksimal Demi Kurangi Kecelakaan

19 November
23:53 2019
0 Votes (0)

KBRN, Yogyakarta : Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menganjurkan masyarakat memanfaatkan Jembatan Penyeberangan Orang (KPO) Ambaramarga dengan baik. Khususnya demi keselamatan pedestrian atau pejalan kaki.

“Silakan jembatan penyeberangan digunakan dengan baik. Jangan menyeberang di jalan lagi, karena itu berbahaya,” ujar Sri Sultan saat berpidato pada peresmian JPO Ambaramarga, Selasa (19/11/2019) siang.

JPO yang menghubungkan sisi timur dan barat Jalan Laksda Adisucipto ini dibangun dengan tiga visi, salah satunya adalah safety. JPO Ambaramarga merupakan bentuk tanggapan The Ambarrukmo atas tingginya tingkat kecelakaan lalu lintas di Jalan Laksda Adisucipto.

“Gagasan awal Jembatan Penyeberangan Orang Ambaramarga ini pun didasari kecelakaan lalu lintas di Jalan Laksda Adisucipto, karena tingginya jumlah kendaraan dan para pelintas jalan,” ujar Haris Susanto, Managing Director The Ambarrukmo.

Keselamatan dan keamanan pengguna jalan dinilai sangat penting. Haris Susanto menyatakan bahwa pengguna jalan merupakan orang-orang yang berperan bagi pergerakan ekonomi.

“Keperluan standar keamanan yang tinggi akan menjadi salah satu pilar untuk memajukan ekonomi domestik dan internasional bagi Yogyakarta yang merupakan salah satu destinasi wisata terbaik di Indonesia,” lanjutnya.

Proses pembangunan JPO Ambaramarga telang mengantongi izin resmi mengingat JPO tersebut di atas jalan nasional. JPO tersebut berbentuk letter S dengan dua lift sebagai akses utama dan tangga melingkar sebagai akses cadangan yang terletak di Halaman Grand Ambarrukmo Hotel. JPO ini juga dilengkapi satu drop point di area pedestrian Plaza Ambarrukmo sisi barat.

Salah satu andalan JPO Ambaramarga adalah ramah bagi difabel. JPO sendiri beroperasi 24 jam dan dilengkapi CCTV serta petuga sekuriti.  (essa/ros/yyw)

  • Tentang Penulis

    Rosihan Anwar

    Reporter RRI Yogyakarta<br /><br />

  • Tentang Editor

    Yahya Widodo

    No description yet...&amp;amp;lt;br /&amp;amp;gt;&amp;amp;lt;br /&amp;amp;gt;

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00