• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Bencana Alam

Bantul Tangguh Hadapi Bencana dengan Kearifan Lokal

18 November
19:24 2019
3 Votes (3.7)

KBRN, Yogyakarta : Budi Santoso dari Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Kabupaten Bantul Yogyakarta, sedang menjelaskan cara kerja sistem peringatan dini berbasis kearifan lokal, untuk mengantisipasi jatuhnya korban akibat potensi bencana saat musim hujan.

”Jadi menggunakan Early Warning System (EWS) berbasis tradisional, sistem komunikasi yang digunakan untuk mengabarkan EWS tadi, misalkan curah hujan makin tinggi debit air mulai naik, maka itu sebagai EWS untuk menginformasikan di hilirnya terkait potensi ancaman banjir,” katanya di Bantul, Senin (18/11/2019).

BMKG sebagai lembaga berwenang, yang memonitor perkembangan cuaca memprediksi, musim hujan di wilayah Bantul berlangsung pada pertengahan bulan November ini, dan rentan memicu banjir serta tanah longsor.

Sistem peringatan dini bencana berbasis kearifan lokal menurut Budi, mengandalkan pertukaran informasi antar relawan, menggunakan perangkat komunikasi yang sudah mereka miliki.

”Sehingga masyarakat bisa siap dan bersiaga, kalau memang harus dievakuasi, maka evakuasi kemana kan sudah ditentukan titik-titiknya, sembari menunggu datangnya teknologi EWS ke daerah-daerah yang terancam bencana,” lanjut dia.

Budi menyadari, sistem peringatan dini berbasis teknologi yang ada di Bantul, jumlahnya tidak mencukupi, untuk menjangkau masyarakat yang rentan terdampak bencana. Sehingga, peringatan dini bencana berbasis kearifan lokal ini, dirasa cukup efektif untuk menyelamatkan warga dari ancaman bencana.

”Ya kalau kita mengatakan masih kurang tentu bahwa saranakan masih sarana berbasis lokal ya, kalau belum lengkap pasti belum lengkap ya, semoga dengan semangat tinggi relawan ini akan bisa mengurangi resiko,” terangnya.

Sedangkan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul Dwi Daryanto menganggap, sistem peringatan dini bencana berbasis kearifan lokal, justru memperkuat sistem peringatan banjir dan longsor berbasis teknologi, yang diakui jumlahnya masih kurang.

”EWS untuk banjir masih sangat terbatas ya, dan itu pun juga belum teruji apakah EWS itu nanti mampu menjadi sebuah acuan peringatan dini warga masyarakat, karena sebuah teknologi itu kan butuh pengembangan, tapi terkait dengan longsor sudah 10 titik yang dipasang EWS, tapi dari jumlah sebaran potensi rawan longsor masih jauh,” ungkap dia.

Disamping itu, ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan saat musim hujan, dengan lebih peka terhadap situasi dan kondisi alam, sehingga resiko akibat bencana bisa diminimalkan. (ws/yyw).

  • Tentang Penulis

    Wahyu Suryo

    Reporter RRI Yogyakarta<br /><br />

  • Tentang Editor

    Yahya Widodo

    No description yet...&amp;amp;lt;br /&amp;amp;gt;&amp;amp;lt;br /&amp;amp;gt;

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00