• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pariwisata

Dinpar DIY Dorong Penggunaan Pakaian Khas Yogya oleh Pelaku Wisata

15 November
16:41 2019
0 Votes (0)

KBRN, Yogyakarta : Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta dan sejumlah stakeholder pariwisata setempat menandatangani kerjasama Penggunaan Pakaian Khas Yogyakarta untuk pelaku wisata.

Kegiatan tersebut dilakukan bersamaan dengan Sosialisasi Penguatan Citra Pariwisata Berbasis Budaya di DIY yang digelar di Hotel Grand Dafam Rohan, Jumat (15/11/2019) sore.

Asisten Sekretaris Daerah Bidang Perekonimian dan Pembangunan DIY, Tri Saktiana dalam kesempatan tersebut menyampaikan harapannya bahwa program ini bisa mendorong peningkatan kuantitas dan kualitas wisatawan. Dimana pihaknya menargetkan peningkatan terutama sebanyak dua kali lipat dari lima ratus ribu menjadi satu juta wisatawan asing pada tahun depan.

Pihaknya memang mendorong para pelaku wisata baik itu perhotelan maupun pemandu wisata untuk mengenakan pakaian khas Yogyakarta ini dalam kesehariannya. Sehingga bisa menjadi pembentukan imej bagi wisatawan setiap kali mereka sampai di Yogyakarta mereka bisa merasakan nuansanya.

Tidak sebatas pakaian khas, tetapi mereka juga didorong untuk bisa memiliki pengetahuan sehingga bisa memberikan informasi yang bermanfaat bagi wisatawan dalam setiap aktivita wisatanya. Seperti mengenali motif batik dan makna di belakangnya, atau keris dan makna dari setiap pamornya, juga tentang tempat-tempat wisata dan makna budaya serta historisnya

“Bukan seragam lho ya, tapi ini pakain khas, nanti bisa disesuaikan dengan masing-masing hotel. Selain itu mereka juga didorong bisa story telling, seperti motif parang itu kan seperti gambaran ombak pantai laut selatan,” ujar Tri Saktiyana ketika ditemui usai penandatanganan.

Sementara itu Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono mengatakan, untuk segera beralih meminta para pelaku wisata mengenakan pakaian khas menurutnya akan cukup berat. Terutama dari sisi anggaran, karena itu dibutuhkan waktu menurutnya untuk bisa menerapkan.

Namun, pihaknya tetap mendorong, terutama untuk frontliner di hotel-hotel di DIY agar bisa mengenakan pakaian tersebut. Setidaknya dalam satu tahun kedepan menurutnya akan bisa direalisasikan. Penggunaan pakaian khas ini menurutnya memang akan mendongkrak peningkatan wisatawan, karena bisa memberikan nuansa Yogyakarta yang kuat. Sebagaimana ketika berkunjung ke Bali, para wisatawan bisa langsung merasakan suasananya begitu menginjak Pulau Dewata tersebut. (dev/ryt/yyw).

  • Tentang Penulis

    Mahadevi Paramita Putri

    Reporter RRI Yogyakarta<br /><br />

  • Tentang Editor

    Riyanto

    Reporter RRI Yogyakarta&amp;lt;br /&amp;gt;&amp;lt;br /&amp;gt;

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00