• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pendidikan

Keterbatasan Ekonomi, Bukan Penghambat Anak Memperoleh Pendidikan Tinggi

8 November
13:49 2019
0 Votes (0)

KBRN, Yogyakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia melalui Direktorat Pembinaan, Pendidikan Keluarga memberikan penghargaan kepada 32 orang tua hebat dari 34 provinsi di seluruh Indonesia pada tanggal 6 November 2019 di Balai Kartini Jakarta. 

Penghargaan yang diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada para orang tua yang mampu melakukan pendidikan, pengasuhan, dan pembimbingan kepada anak, sehingga anak mampu mendapatkan prestasi akademik, prestasi sesuai minat bakat, melakukan pembiasaan baik di keluarga, membimbing anak menjadi anak yang berkarakter, serta terlibat aktif di satuan pendidikan. 

Penghargaan orang tua hebat yang salah satunya diberikan kepada orang tua yang berasal dari kota Yogyakarta adalah pasangan Bapak Supriyadi dan Ibu Paryanti.

Termasuk Keluarga Menuju Sejahtera, tidak mematahkan semangat Bapak Supriyadi dan Ibu Paryanti  untuk mendorong para anaknya agar tetap memperoleh pendidikan setinggi-tingginya, tanpa membuat anak-anaknya merasa terpaksa atau tertekan.

"Selalu mendukung setiap minat dari anak-anak. Tidak memaksakan anak harus kuliah di jurusan tertentu, serta mendukung sepenuhnya keputusan anak asalkan itu baik dan benar," kata Supriyadi dan Paryanti.

Supriyadi dan Paryanti menyampaikan, penanaman nilai agama merupakan dasar utama dalam mendidik para anak-anaknya seperti mengajarkan sholat dan membaca Al-Quran sedini mungkin. serta berusaha sekuat tenaga agar anak-anaknya tetap memperoleh pendidikan yang terbaik meski dengan jalan berhutang.

"Pendidikan merupakan hal yang sangat penting yang harus diutamakan karena dengan pendidikan, wawasan menjadi lebih luas, dan kesempatan untuk bekerja atau pun membuka lapangan kerja menjadi lebih tinggi," katanya.

Menjadi orang tua dengan 4 anak memiliki akademik dan non akademik yang membanggakan. 
Anak pertama Miftahudin Nur Ihsan, setelah menyelesai pendidikan di jenjang SMA di SMA Negeri 2 Yogyakarta, Ihsan memperoleh Beasiswa Bidikmisi untuk melanjutkan kuliah di S1 Pendidikan Kimia UNY (lulus cumlaude). Kemudian saat ini tengah melanjutkan pendidikan S2 MBA melalui beasiswa LPDP di Magister Manajemen UGM. Selain bidang akademik, Ihsan juga memiliki prestasi di bidang karya ilmiah dan bisnis. Sewaktu kuliah di UNY, Ihsan memenangkan 13 kali kejuaraan Lomba Karya Tulis Ilmiah tingkat Nasional dan pernah diundang mempresentasikan hasil penelitian di Thailand. Disisibisnis, saatini Ihsan sedangmerintisusaha batik tematikdengan brand Smart Batik Indonesia (IG: @smart_batik) yang juga telah memperoleh penghargaan dari Kementerian Perindutrian melalui Balai Besar Kerajinan dan Batik (Innovating Jogja) tahun 2019, Bekraf Indonesia (Kompetisi Bantuan Insentif Pemerintah) tahun 2018, UNESCO Jakarta (Penghargaan Creative Youth) tahun 2018, Kementerian Koperasi dan UKM (WirausahaPemula)tahun 2017, sertadaripemerintah Kota Yogyakarta dan pemerintah Daerah Provinsi DIY.

Anak kedua, Khoirudin Nur Kholifah setelah lulus dari SMK Negeri 3 Yogyakarta, melanjutkankuliah di Jurusan Pendidikan Mekatronika UNY juga melalui beasiswa bidikmisi. Saat ini kholif sedang memasuki semester akhir dan telah memperoleh berbagai penghargaan di bidang robotika, diantaranya adalah memperoleh juara pada Lomba Robot Internasional (3 penghargaan) di Korea tahun 2019, lomba robot tingkat nasional dan regional yang diselenggarakan DIKTI, lomba karya tulis ilmiah nasional, dan lomba paper internasional di Malaysia. 

Anak ketiga, Achmad Syarifuddin Nur Said, saat ini sedang menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Yogyakarta, setelah sebelumnya sekolah di SMP N 5 Yogyakarta. Sedangkan anak keempat Beliau, Fakhrunnisa Nur Azizah, saat ini sedang menempuh pendidikan di SD Muhammadiyah Purwodiningratan kelas 1. (ian)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00