• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pendidikan

Sleman Gelar Workshop Kebijakan Pendidikan Anak Berhadapan Hukum

23 October
12:17 2019
0 Votes (0)

KBRN, Sleman : Perlindungan bagi anak yang berhadapan dengan hukum sangat penting, selain memantau kesehatan juga perlu memperhatikan pendidikannya. Hal inilah yang melatarbelakangi  Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman menggelar Workshop Perumusan Kebijakan Layanan Pendidikan Bagi Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH), di Atrium Hotel, Mlati, Sleman, Rabu (23/10/2019).

Kepala DP3AP2KB Kabupaten Sleman, Mafilindati Nuraini mengatakan, bahwa workshop tersebut diselenggarakan dengan tujuan untuk merumuskan kesepakatan pemenuhan hak anak terkait hak pendidikan yang layak bagi ABH melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Peserta workshop terdiri dari Kanit Binmas Polres dan 19 Polsek, Pengadilan Negeri, Kejaksaan Negeri, Kemenag, OPD terkait, Satgas PPA Desa di Kabupaten Sleman dan Bapas Kelas 1 Yogyakarta sejumlah 70 orang.

"Kami ingin merumuskan tempat layanan pendidikan yang layak dan khusus bagi ABH. Karena mereka harus didampingi secara optimal dan ini salah satu inovasi bersama dengan stakeholder seperti  Bapas DIY, Dinas Pendidikan, Kemenag, dan Bappeda Kabupaten Sleman," jelas Linda.

Menurutnya, meskipun Bapas Kelas 1 Yogyakarta telah memberikan pendampingan pendidikan ketrampilan sesuai minat dan bakat seperti Rumah Kreatif Bapas di Beran Sleman, ABH tetap perlu mendapatkan pendidikan khusus seperti di sekolah pada umumnya.

Linda juga menuturkan bahwa workshop yang merupakan bagian dari Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) Terpadu dengan tema 'PKBM Membangun Karakter ABH dalam Sebuah Negara untuk Mewujudkan Kabupaten Layak Anak' ini dilaksanakan untuk menyamakan persepsi dari semua perangkat daerah di Kabupaten Sleman.

Dalam SPPA ini menurut Linda, terdapat istilah diversi untuk ancaman dibawah 7 tahun. Diversi merupakan pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana.

"Anak yang dalam proses hukum di Polres, kejaksaan, pengadilan diputuskan untuk diversi memang kemudian mendapatkan pendampingan. Bukan seperti orang dewasa dihukum di lapas itu tidak, tapi diberikan pendampingan seperti keterampilan. Nah melalui workshop ini kami ingin merumuskan pendampingan pendidikan yang layak untuk mereka," pungkas Linda. (ril/mrt/yyw).

                 

  • Tentang Penulis

    Kusdiyanto Koestidjo

    Reporter RRI Yogyakarta<br /><br />

  • Tentang Editor

    Sumarti

    Admin RRI Yogyakarta

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00