• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Lingkungan

Tradisi Becekan, sebagai Rasa Syukur

23 October
08:32 2019
0 Votes (0)

KBRN, Sleman : Di tengah musim kemarau panjang yang menyebabkan kekeringan di banyak tempat saat ini, masyarakat Dusun Jetis Sumur, Desa Glahaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman memiliki sebuah sumber mata air yang letaknya tepat di tengah dusun dan tidak pernah kering sepanjang musim.

Untuk mensyukuri adanya sumber mata air tersebut, masyarakat Dusun Jetis Sumur menyelenggarakan upacara adat 'Becekan' yang telah dilakukan secara turun temurun.

"Upacara ini bukanlah suatu kepercayaan, melainkan bagian dari budaya adiluhung yang perlu dilestarikan keberadaannya di Dusun Jetis Sumur," ujar Sutarno, salah satu tokoh masyarakat setempat, Selasa (22/10/2019).

Upacara adat Becekan diadakan pada setiap mongso kapat (musim ke empat hitungan musim Jawa) dan diadakan hari Selasa Kliwon. Kalau dalam musim tersebut tidak ada hari Selasa Kliwon, maka diadakan pada musim berikutnya yaitu mongso kalimo.

Sebelum puncak acara adat budaya Becekan tersebut dilaksanakan, telah dilakukan berbagai kegiatan antara lain kerja bakti di sekitar sumber mata air, pentas seni, kenduri, dan kirab budaya yang dimulai dari rumah Kepala Dusun menuju sumber mata air yang jaraknya 200 meter dengan iring-iringan gunungan berupa hasil bumi yaitu buah-buahan dan sayur-sayuran.

Dalam puncak acara akan dilakukan penyembelihan kambing yang dilakukan hanya oleh kaum laki-laki, baik dalam penyembelihan, masak, dan penyajiannya. Ada juga pantangan lain yang menyebutkan bahwa kaum wanita yang sedang datang bulan tidak diperkenankan untuk mengambil air.

Edi, salah seorang warga setempat menyampaikan, bahwa masyarakat tidak berani mengubah tradisi yang sudah berjalan tersebut.

"Misalnya yang memasak daging kambing melibatkan ibu-ibu, itu tidak boleh," tutur Edi.

Edi juga bercerita bahwa keberadaan mata air tersebut bukan saja dimanfaatkan warga setempat, tetapi juga bagi warga dari daerah lain bahkan ada juga yang datang dari Kemalang, Kabupaten Klaten. (ril/mrt/yyw).

  • Tentang Penulis

    Kusdiyanto Koestidjo

    Reporter RRI Yogyakarta<br /><br />

  • Tentang Editor

    Sumarti

    Admin RRI Yogyakarta

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00