• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sosial

Indonesia Sedang Hadapi Krisis Selera Humor Politik

22 October
13:36 2019
0 Votes (0)

KBRN, Yogyakarta : Komika dan peneliti humor Sakdiyah Ma’ruf menyebutkan, berdasarkan pengamatannya masyarakat Indonesia saat ini sedang menghadapi krisis selera humor terkait kehidupan politik dan kebangsaan.

Komika dan peneliti humor Sakdiyah Ma’ruf Senin siang (21/10/19) berbicara pada seminar bertema 'Melawan Dengan Gembira : Humor Dalam Politik Kebangsaan', di Pusat Studi Kependudukan dan Kebudayakan, PSKK UGM Sakdiyah menguraikan sejumlah manfaat humor diantaranya humor merefleksikan kondisi sosial politik masyarakat, dan humor bisa membantu meredakan ketegangan termasuk ketegangan politik.

Sarjana Bahasa Inggris yang menulis skripsi tentang komedi tersebut mengatakan, komedi politik di Indonesia berjaya pada era Presiden Abdurrahman Wahid. Sedangkan saat ini, menurut Sakdiyah Ma’ruf, Indonesia sedang menghadapi krisis selera humor.

"Yang saya lakukan adalah pengamatan sebagai Komika dan peneliti humor juga. Sekarang ini kita lumayan krisis selera humor. Terbukti dari kampanye Pemilu 2019 yang lalu, seolah membelah rakyat dan seolah tidak ada titik temu. Saya kira tradisi humor politik itu paling berjaya pada era Presiden Gus Dur dan semua orang setuju," papar Sakdiyah, Komika yang sering membicarakan persoalan agama, Senin (21/10/19).

Humor politik, menurut Sakdiyah Ma’ruf menunjukkan kedewasaan politik dan kecerdasan. Sehingga humor politik harus ditumbuhkan sebagai tanda kedewasaan masyarakat.

Namun, di Indonesia saat ini terdapat banyak hambatan untuk menumbuhkan humor politik sehingga ia mengajak semua pihak untuk ikut mengupayakan berbagai terobosan agar humor politik berkembang sebagai cara meredakan ketegangan yang ada di masyarakat. Humor juga merupakan cara bertahan dari tekanan.

"Terobosan saya kira sangat diperlukan, dan terobosan itu bisa muncul hanya dari keterbukaan dan kenegarawanan dari pemimpin dan politisi. Saat ini sangat sulit didapatkan, tadi kita banyak bicara tentang pasal karet UU ITE juga pemerintahan dan politisi yang anti kritik. Ini saya kita PR kita bersama, komedian juga harus lebih berani ya, terbuka membicarakan afiliasi politiknya, maka Lima tahun kedepan kalau saya boleh bicara, satir harus memimpin. Saya kira satir itu pilar demokrasi kelima," tambah Sakdiyah sambil tersenyum.

Stand up komedian Sakdiyah Ma’ruf dalam presentasinya juga menyoroti gaya humor kaum millenial yang ditunjukkan dalam berbagai poster kocak yang disampaikan melalui serangkaian demonstrasi mahasiswa baru-baru ini. (mun/mrt/yyw).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00