• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Peringati Hari Pangan, Sleman Kokohkan Diri sebagai Penyangga Pangan

21 October
06:20 2019
0 Votes (0)

KBRN, Sleman : Peringati Hari Pangan se-Dunia Tahun 2019, Desa Wisata Brayut menyelenggarakan lomba mancing dengan menggunakan pakaian Surjan. Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun berkesempatan membuka lomba, ditandai dengan pemukulan kenthongan, Minggu (20/10/2019).

Sri Muslimatun menyambut baik diselenggarakannya Peringatan Hari Pangan tersebut di Desa Brayut. Sleman merupakan penyangga kebutuhan pangan DIY dengan surplus beras di setiap tahunnya.

Ia berharap dengan peringatan tersebut dapat membangkitkan semangat para petani, sehingga predikat ketahanan pangan oleh Kabupaten Sleman dapat terus dipertahankan atau bahkan ditingkatkan.

"Menjaga kelestarian sungai bisa dilakukan seluruh warga dengan cara yang sederhana, yakni tidak membuang sampah disungai," katanya.

Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Paroki Santo Yohanes Paulus II Brayut bertemakan 'Mencintai Pangan Lokal, Ayo Konsumsi Pangan Sehat, Segar dan Sejahtera'.  

Lomba mancing dengan mengenakan baju surjan tersebut diikuti oleh 200 warga yang berasal dari Desa Brayut dan sekitarnya. Selain itu, diselenggarakan juga lomba memasak dan coocking class dengan berbahan dasar singkong, lomba menangkap ikan yang diikuti oleh 100 anak-anak dan pembibitan 100 pohon gayam yang nantinya akan ditanam pada saat memasuki musim hujan di sepanjang sungai dan di sekitaran wilayah Pandowoharjo.

Sementara itu, Lurah Pandowoharjo, Catur Sarjumiharta mengajak kepada seluruh warganya membuktikan bahwa warga Desa Brayut sudah berani bergerak menjaga kelestarian lingkungan.

"Kita sudah banyak punya orang pintar, sekarang yang kita butuhkan adalah orang yang mau beraksi," tegasnya.

Ia berharap, agar warga Desa Brayut dapat menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat untuk memberikan bukti nyata bahwa menjaga kelestarian lingkungan adalah dengan bertindak langsung.

"Tidak hanya di sungai, tetapi mari di lahan pekarangan kita bebaskan dari pencemaran sampah un-organik," pungkasnya. (mrt/yyw).

  • Tentang Penulis

    Kusdiyanto Koestidjo

    Reporter RRI Yogyakarta<br /><br />

  • Tentang Editor

    Sumarti

    Admin RRI Yogyakarta

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00