• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pertahanan dan Keamanan

Pembinaan Sarana Prasarana Nasional untuk Komponen Pendukung Pertahanan Negara tahun 2019

17 October
15:00 2019
0 Votes (0)

KBRN, Yogyakarta : Direktur Sumber Daya Pertahanan Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan, Kemenhan RI Priyanto, S.I.P., M.Si. dalam sambutan pembukaan raker Pembinaan Sarana Prasarana Nasional untuk Komponen Pendukung Pertahanan Negara tahun 2019 di Kepatihan Yogyakarta yang dibacakan Kasubdit Rendiaga Ditsumdahan Kolonel Achmat Miftahudin, S.Sos., M.Si., menyampaikan, pertahanan negara sesuai dengan amanat Undang-Undang nomor 3 tahun 2002 bersifat semesta dengan melibatkan seluruh warga negara, wilayah, dan segenap sumber daya nasional.

"Dengan dasar penyelenggaraan pada hak dan kewajiban seluruh warga negara serta keyakinan akan kekuatan sendiri dengan melibatkan seluruh sumber daya nasional, sarana dan prasarana nasional, serta seluruh wilayah negara sebagai satu kesatuan pertahanan yang utuh dan menyeluruh dalam tatanan berbangsa dan bernegara dengan tujuan menjaga dan melindungi kedaulatan negara, keutuhan wilayah NKRI dan keselamatan segenap bangsa dari segala bentuk ancaman," katanya, Kamis (17/10/2019).

Menurutnya, sarana prasarana nasional merupakan hasil budi daya yang dapat digunakan sebagai alat penunjang pertahanan negara dalam mendukung kepentingan nasional.

sarana dan prasarana untuk komponen pendukung pertahanan negara dijelaskannya, merupakan bagian vital sebagai peralatan yang mendukung roda perekonomian nasional ketika situasi damai.

"Pada saat damai akan digunakan sebagai peralatan mendukung roda perekonomian nasional guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Namun disisi lain pada saat negara menghadapi ancaman militer sarana dan prasarana yang ada dapat dioptimalkan maupun ditransformasikan untuk mendukung kepentingan pertahanan negara," jelasnya.

Priyanto mengungkapkan, pengelolaan sarana prasarana nasional komponen pendukung pertahanan negara diselenggarakan melalui kegiatan penataan dan pembinaan.

"Penataan merupakan rangkaian kegiatan penyiapan hingga penetapan menjadi sarana prasarana nasional komponen pendukung yang meliputi pendataan, pemilahan, pemilihan dan verifikasi sebelum ditetapkan kompenen pendukung. Sedangkan pembinaan merupakan kegiatan penting dalam peningkatan kompetensi, kualitas, kuantitas sarana prasarana nasional dalam usaha pertahanan negara," tegasnya.

Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan HB X dalam sambutannya yang dibaca Asek Bidang Pemerintahan dan Administrasi Umum, Tavip Agus Rayanto menyampaikan, indek global firepower menunjukkan peringkat kekuatan militer global tahun 2019, Indonesia menduduki peringkat ke-16 terkuat dunia di bidang militer dengan komponen penilaian meliputi SDM, pertahanan udara, pertahanan darat, pertahanan laut, dan sumber daya pendukung.

"Sumber daya pendukung meliputi sumber daya non militer, ketersediaan bahan bakar dan sarana prasarana logistik dengan rincian angkatan kerja kekuatan bahari, pelabuhan, cakupan jalan, cakupan kereta api, dan bandara yang dapat digunakan," ujarnya.

Menurutnya, pertahanan tidak hanya sekedar Alutsista namun juga sarana prasana nasional yang mendukung konsep pertahanan secara holistik.

"Kondisi jalan raya yang tidak layak dan rusak akan mengganggu mobilitas pasukan dan kendaraan tempur apabila mengaca pada Perang Dunia kedua," jelasnya.

Sultan HB X menyampaikan, pertahanan teknologi informasi juga harus diperkuat karena perang di dunia maya mudah terjadi dan memiliki dampak dalam kehidupan bernegara seperti hoax yang disebarkan.

Sultan juga mengharapkan infrastruktur pembangunan dapat selaras dengan strategi pertahanan nasional, karena dengan kondisi geografis Indonesia yang luas dan topografi menjadi tantangan dalam upaya melindungi ibu pertiwi. (ian)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00