• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Bencana Alam

DPRD DIY Usulkan Redesign APBD Logistik Anggaran Penanganan Bencana

17 October
18:02 2019
0 Votes (0)

KBRN, Yogyakarta : Komisi A DPRD DIY mendesak pemerintah daerah DIY melakukan percepatan, konsolidasi, dan koordinasi untuk penanganan bencana kekeringan di empat kabupaten DIY. Pun, merekomendasikan melakukan re-desain APBD logistik pada 2020 untuk anggaran tanggap darurat dan siaga darurat.

"Bencana kekeringan tahun ini menjadikan Kulonprogo menyandang status Tanggap Darurat, serta Bantul dan Gunung Kidul berstatus Siaga Darurat. Sedangkan Sleman dan Kota Jogja, normal," jelas Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, usai rakor bersama BPBD dan BMKG serta instansi terkait, di ruang lobi gedung DPRD DIY, Kamis (17/10/2019).

Secara keseluruhan, lanjut Eko Suwanto, wilayah terdampak kekeringan di empat kabupaten di DIY meliputi 111 desa di 39 kecamatan. Khusus untuk lahan pertanian ada di 26 kecamatan dengan luasan 6.208,5 hektare. Dari luasan terdampak tersebut, yang puso mencapai 2.921,5 hektare.

Dari luasan lahan puso tersebut, yang mengalami rusak berat 193,5 hektare, rusak sedang 855 hektare, dan rusak ringan 2.268,5 hektare.

"Mencermati luasan lahan terdampak kekeringan itu bisa disimpulkan telah terjadi penurunan kuantitas maupun kualitas produksi pertanian di DIY. Kedepan instansi terkait di lingkungan Pemda untuk konsolidasi dan lakukan percepatan dalam rangka atasi dampak bencana kekeringan," tandasnya.

Ditambahkannya, sampai 11 Oktober 2019, pemda DIY telah mengalokasikan 47,668 juta liter air untuk dibagikan kepada warga terdampak kekeringan.

"Kami juga menyatakan terimakasih kepada pihak masyarakat maupun swasta yang selama ini juga telah menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah yang mengalami kekeringan," lanjutnya.

Terhadap bencana kekeringan yang melanda sebagian wilayah DIY, itu Komisi A merekomendasikan, pemda wajib menyediakan sumber air minum dan air bersih. Khususnya bagi warga terdampak.

Rekomendasi lain, pemda hendaknya menyiapkan ketahanan pangan sehingga tak mengganggu suplai pangan di DIY.

"Pemda juga harus memfasilitasi atau mengkonsolidasikan bantuan masyarakat maupun pihak swasta di bawah koordinasi BPBD di masing-masing kabupaten agar diketahui peta bencana kekeringan secara tepat dan ada pemerataan bantuan," tambahnya.

Kepala BPBD DIY, Biwara Yuswantoro mengemukakan, penanganan bencana kekeringan di DIY hingga saat ini sudah cukup baik.

"Dukungan masyarakat juga cukup banyak. Kami sampaikan juga, Kulonprogo yang menyandang status Tanggap Darurat bukan berarti mengalami dampak lebih parah dibanding Bantul dan Gunung Kidul yang berstatus Siaga Darurat," jelasnya.

Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Mlati Yogyakarta, Djoko Budiyono mengutarakan, awal musim hujan untuk tahun ini di DIY diprakirakan terjadi awal November atau Desember.

"Pada saat transisi musim kemarau ke musim penghujan biasanya ditandai dengan hujan lebat di malam hari. Untuk itu perlu kewaspadaan masyarakat agar tidak terjadi bencana lainnya," tuturnya. (wur/ian)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00