• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pendidikan

PPPPTK Matematika Yogyakarta, Gelar Seminar Seminar on Mathematics Teaching and Learning

16 October
20:04 2019
0 Votes (0)

KBRN, Yogyakarta : Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika Yogyakarta, akan mengadakan International Seminar on Mathematics Teaching and Learning (ISMaTeL) bertempat di Hotel Grand Dafam Rohan Yogyakarta pada tanggal 22 – 25 Oktober 2019.

Acara yang baru pertama kali diadakan ini, akan diikuti 200 peserta yang terdiri dari guru matematika se-Indonesia, kepala sekolah, hingga mahasiswa. Sejumlah pembicara ternama, akan hadir dalam acara ini.

Kepala PPPPTK Matematika Yogyakarta mengatakan, ISMaTel merupakan seminar Internasional pembelajaran matematika yang baru pertam kali diadakan oleh pihaknya. Seminar ini merupakan upaya untuk membuka wawasan guru tentang alternatif inovasi pembelajaran matematika, yang diadakan melalui ajang temu ilmiah level internasional.

Salah satu pembelajaran yang bisa digunakan, adalah etnomatematika, yang mengajak para peserta untuk mengeksplorasi budaya, dan kemudian diterapkan dalam pembelajaran matematika. Indonesia memiliki keragaman budaya, dan hal tersebut merupakan potensi yang bisa digunakan untuk pembelajaran matematika.

"Etnomatematika bisa berperan dalam membangun identitas individu serta dapat berperan dalam pengembangan kurikulum sekolah," ujarnya di PPPPTK Matematika Yogyakarta, Rabu (16/10/2019).

Sementara itu, Kepala Bidang Program dan Informasi PPPPTK Matematika Rachmadi Widdiharto mengatakan, seminar tersebut akan mengajak para peserta untuk mengeksplorasi budaya dalam pembelajaran bidang matematika. Selama ini, Etnomatematika belum dielaborasi dalam disiplin keilmuan yang ada di Indonesia. Metode ini diharapkan mampu mengikis stigma masyarakat yang kurang ramah pada matematika.

"Beberapa lokasi di DIY, rencananya akan dikunjungi, yaitu Candi Prambanan, Boko, Kraton Yogyakarta dan Kerajinan Perak Kotagede,” ungkapnya.

Di sisi lain, Penanggung Jawab ISMaTeL Yuliawanto menjelaskan, sebanyak 200 peserta dari berbagai unsur, akan berpartisipasi dalam seminar yang pertama kali diadakan ini. Peserta, nantinya akan diajak menyelami proses menghitung bentuk bangunan yang nantinya bisa dikembangkan untuk pembelajaran.

"Saya harap, Indonesia bisa menerapkan etnomatematika karena kita mempunyai potensi budaya yang besar. Beberapa negara sudah menerapkan metode ini, seperti Brazil, Amerika Serikat dan lainnya. (Hrn/joel/yyw).

  • Tentang Penulis

    Harun Susanto

    Reporter RRI Yogyakarta<br />

  • Tentang Editor

    Yuliyanta

    RRI Yogyakarta&amp;amp;amp;lt;br /&amp;amp;amp;gt;&amp;amp;amp;lt;br /&amp;amp;amp;gt;

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00