• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hiburan

Natsir Tak Ingin Api Keroncong Padam

16 October
19:03 2019
2 Votes (5)

KBRN, Yogyakarta : Rasa prihatin diungkapkan Natsir Dabey dalam logat jawa, karena musik keroncong masih dipandang sebelah mata oleh masyarakat.

”Sak jane kita itu gemes banget, keroncong mung pentas (hanya dipentaskan, red) nang nggon acara khitanan (di acara khitanan, red), sound elek suarane nggaber-nggaber (soundnya jelek suaranya pecah, red),” katanya dalam acara temu media di Yogyakarta, Rabu (16/10/2019).

Lelaki penggagas Pasar Keroncong Kotagede ini, ingin tetap melestarikan musik tersebut, apalagi, Kotagede memiliki sejarah yang lekat dengan keroncong, sejak munculnya Orkes Keroncong Terang Bulan tahun 1930.

Tanggal 19 Oktober mendatang, Natsir akan menyemarakkan sekitaran Pasar Kotagede Yogyakarta, melalui event Pasar Keroncong 2019, yang mengambil tema Keroncong Tak Kunjung Padam.

”Semua elemen masyarakat, baik pelaku keroncong, pemerhati, pemerintah dan sebagainya, ayo kita bareng-bareng, melestarikan dan mengembangkan keroncong dengan sungguh-sungguh, jangan sampai api keroncong padam,” lanjut dia.

Natsir juga menyebut, panitia menyiapkan tiga panggung yang akan digunakan belasan orkes keroncong dari Yogyakarta dan Jawa Tengah, saat tampil menghibur penonton. Panggung Sopingen dan Kajengan berada di Prenggan, sedangkan Panggung Kudusan berada di Jagalan.

Pasar Kerongcong Kotagede, dijadwalkan berlangsung sekitar empat jam, mulai pukul setengah delapan malam. Salah satu musisi keroncong muda yang akan tampil bernama Aditya Oktavianto usia 35 tahun, ia biasa memainkan alat musik Cello, di Orkes Keroncong Kali Bening.

”Kalau saya pribadi sebagai anggota grup yang besok akan tampil, melihat pasar keroncong ini sebagai wadah yang positif dan bagus sekali, karena berbagai macam grup baik dari Jogja maupun luar Jogja berkumpul di satu tempat dan bisa bertukar ilmu,” ucapnya.

Penyelenggaraan Pasar Keroncong Kotagede mendapat dukungan pemerintah daerah, karena diyakini mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, apalagi saat ini, sudah muncul inovasi sehingga musik keroncong makin menarik untuk dinikmati, karena dipadukan dengan berbagai aliran musik, seperti jazz, rock, hingga dangdut.

”Dengan diadakannya destinasi baru berupa pasar keroncong ini, diharapkan orang berdatangan ke Kotagede, kuncinya inovasi musik keroncong itu, kalau musik keroncong itu lugu mungkin hanya orang-orang tua yang senang,” kata Kepala Bidang Industri Pariwisata, Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta Rus Sutikno.

Event musik Pasar Keroncong Kotagede sudah memasuki tahun kelima, sejak pertama kali digelar mulai 2015 silam. Lewat kegiatan ini, para penyelenggaranya tidak sekedar memiliki niat mulia untuk melestarikan musik keroncong, tetapi juga untuk mendokumentasikan perkembangan nyata musik tersebut menggunakan foto dan video. (ws/yyw)

  • Tentang Penulis

    Wahyu Suryo

    Reporter RRI Yogyakarta<br /><br />

  • Tentang Editor

    Yahya Widodo

    No description yet...&amp;amp;lt;br /&amp;amp;gt;&amp;amp;lt;br /&amp;amp;gt;

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00