• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Seni Budaya

Wewe Gendruwo dan Ogoh-Ogoh, Akan Berkeliaran di Saparan Bekakak Gamping

16 October
09:57 2019
0 Votes (0)

KBRN,Sleman:   Upacara Adat Saparan Bekakak, akan digelar Jum’at (18/10/2019), mulai pukul 14.00 WIB di Desa Ambarketawang Gamping Sleman.   Pelaksanaan upacara adat Saparan Bekakak akan dimeriahkan dengan pasukan “Ogoh-Ogoh”, “Gendruwo” dan “Wewe Gombel”, yang merupakan Mascot Saparan Bekakak Gamping. 

Menurut  Ketua Panitia Saparan Bekakak Bambang Cahyono,  di Desa Ambarketawang Gamping, Rabu (16/10/2019), rangkaian pelaksanaan upacara adat  sudah dimulai sejak 28 September 2019 yang berupa pasar malam dan gelar potensi seni budaya, yang meliputi jathilan, tari-tarian, ekelton, campursari, Koes Plusan,  kethoprak, wayang kulit dan pameran UMKM.    

Pada Puncak Acara Saparan Bekakak Gamping  Jumat (18/10/2019),  mulai pukul 10.00 – 11.30 WIB pasangan bekakak dan berbagai gunungan dapat dilihat oleh masyarakat umum di Balai Desa Ambarketawang.  Selanjutnya pada  pukul 13.00 – 14.00 WIB,  dilantunkan gending uyon-uyon atau karawitan  dan  Pada pukul 14.00 WIB Sepasang Bekakak, Tirto Dono Jati diarak menuju lapangan Kademangan Ambarketawang untuk mengawali prosesi acara.

Upacara seremonial Saparan dimulai dengan laporan wiromanggolo, fragmen tari, kemudian  pemecahan kendi dilanjutkan pelepasan burung merpati putih dengan prosesi kirab yang didukung oleh bregada utama, yaitu Bregada Mejing Kidul, Delingsari, Gamping Kidul, Gamping Lor, dan berbagai bregada dan peserta kirab budaya menuju petilasan di Gamping Kidul dan petilasan Gunung Gamping di Tlogo untuk dilakukan penyembelihan bekakak.

Kepala Dinas Kebudayan Kabupaten Sleman HY Aji Wulantara mengatakan , upacara adat Saparan Bekakak merupakan event budaya unggulan yang telah masuk dalam kalender event Kabupaten Sleman maupun Propinsi DIY, bahkan gaungnya sudah menasional. Event Saparan Bekakak sangat dinanti-nantikan warga Yogyakarta dan Jawa Tengah, bahkan oleh wisatawan luar daerah serta mancanegara yang sedang berada di Yogyakarta. Upacara adat yang sudah berlangsung  ratusan tahun lamanya ini tetap dipertahankan hingga kini untuk mengenang perjuangan dan kesetiaan abdi dalem Kraton Yogyakarta bernama Ki Wiro Suto terhadap Sri Sultan HB I.

Sementara terkait perayaan  Saparan Bekakak, Aji Wulantara meminta  para pengunjung dan wisatawan  dapat menjaga ketertiban, karena pelaksanaan kirab akan menggunakan jalur jalan Wates yang merupakan jalur utama Lalu Lintas Bagian Barat Yogyakarta.  Untuk itu Jelas Aji, selama berlangsungnya Upacara Saparan Bekakak,  sebagian ruas jalan "ring-road" (jalan lingkar) barat dan sebagian ruas jalan Wates yang digunakan sebagai jalur kirab akan dilakukan pengalihan arus. 

Untuk Pengalihan arus dari arah barat di Jl. Wates akan dilakukan di pertigaan Klangon ke arah utara menuju Gedongan dan Tempel, pertigaan Universitas Mercubuana ke utara menuju Godean, dan perempatan Depok di sebelah timur SPBU Ambarketawang ke arah utara. Sedangkan dari arah timur akan dilakukan pengalihan di perempatan ringroad Pelemgurih ke arah utara.(kus/joel)

  • Tentang Penulis

    Kusdiyanto Koestidjo

    Reporter RRI Yogyakarta<br /><br />

  • Tentang Editor

    Yuliyanta

    RRI Yogyakarta<br /><br />

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00