• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

LPG 3 Kilogram untuk Pertanian

11 October
12:00 2019
1 Votes (5)

KBRN, Yogyakarta : Realisasi Peraturan Presiden tentang penggunaan LPG tabung 3 kilogram untuk lahan pertanian rencananya akan disalurkan tahun ini. Presiden Joko Widodo 12 Juni 2019 telah menetapkan Peraturan Presiden Nomor 38 tahun 2019 tentang penyediaan, perindustrian, dan penetapan harga LPG bagi nelayan sasaran dan mesin pompa air bagi petani sasaran.

Sales Brand Manager (SBM) Kota Yogyakarta PT Pertamina, Ali Akbar Felayati mengatakan, Peraturan Presiden yang mengakomodir penggunaan BBM ke LPG tabung 3 kilogram bersubsidi ke petani yang sebelumnya sudah diatur penggunaannya untuk nelayan.

Ali Akbar menjelaskan, melalui Perpres tersebut para petani dapat menggunakan LPG tabung 3 kilogram untuk mesin pompa air yang pada tahun ini sementara direncanakan akan diberikan untuk wilayah Kabupaten Bantul.

"Perpres itu sebetulnya untuk mengakomdir konversi dari BBM ke LPG untuk petani. Kalau tahun sebelumnya itu ada untuk nelayan. Jadi sebetulnya yang berhak untuk menggunakan LPG 3 kilogram itu adalah petani yang memiliki luas lahan tertentu dan telah menerima paket konversi. Jadi nanti ada paket  konversinya begitu seperti yang di enlayan sebelumnya. Jadi kedepan itu prinsipnya untuk petani dan nelayan itu sesuai Perpres itu untuk kesehariannya dia tapi bukan untuk rumah tangga ya," papar Ali Akbar, Jumat (11/10/2019).

Sementara berdasarkan Peraturan Presiden sasaran penyediaan dan pendistribusian LPG untuk  mesin pompa air bagi petani sasaran yang menggunakan mesin air, dalam melakukan usaha tani tanaman pangan atau holtikultura.

Sedangkan pelaksanaan penyediaan dan pendistribusian LPG untuk mesin pompa sesuai ketentuan dari Kementerian ESDM dan Dirjen Migas akan diawali dengan pemberian paket perdana secara gratis oleh pemerintah pusat berupa mesin pompa air, konverter kit mesin pompa air dan pemasangannya yang terdiri dari regulator, pencampuran atau mixer serta peralatan lainnya, tabung LPG 3 kilogram beserta isinya dan peralatan pendukung.

Ditambahkan Ali Akbar, pemberian paket gratis tersebut dengan ketentuan memiliki bukti kepemilikan berupa sertifikat hak atas tanah atau bukti yuridis penguasaan lahan sesuai ketentuan peraturan, memiliki identitas petani sesuai ketentuan, memiliki mesin pompa air berbahan bakar minyak, serta belum pernah menerima bantuan yang sejenis dari Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah. (ian/mrt/yyw).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00