• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Manfaatkan Teknologi, Budidaya Perikanan Lahan Terbatas Hasilkan Panen Setara Lahan Luas

11 October
11:20 2019
0 Votes (0)

KBRN, Yogyakarta : Pengembangan teknologi perikanan MBG (Micro Bubble System) bersama teknik RAS (Recicculating Aquaculture System) dengan energi listrik ramah lingkungan menggunakan solar cell atau energi matahari kelompok Varia Mina Makmur mampu mengelola budidaya ikan air tawar dengan lahan terbatas namun dengan hasil panen yang setara dengan lahan luas.

Ketua kelompok Varia Mina Makmur, Gito mengatakan, teknologi MBG adalah alat yang dapat menghasilkan bubble yang berisikan oksigen secara merata, sehingga tingkat oksigen di kolam ikan tersebut lebih baik dibandingkan kolam alami yang tidak menggunakan MBG tersebut.

Sedangkan teknologi RAS ditambahkan Gito, adalah teknologi perikanan terbaru yang mengoptimalkan sirkulasi air yang dapat mengontrol dan menstabilkan kondisi lingkungan ikan.

"Dengan teknologi ini, kami dapat menabur benih ikan Dua kali lipat lebih banyak dibandingkan menabur benih di kolam biasa. Hasilnya kami dapat panen lebih banyak, pakan yang diberikan juga lebih sedikit imbasnya omset kelompok kami naik setiap tahunnya," katanya, Jumat (11/10/2019).

Menurutnya, kelompok Varia Mina Makmur pada tahun 2016 sempat mengalami penurunan omset, namun setelah Pertamina TBBM Rewulu melalui program CSR memberikan upskilling serta mengenalkan teknologi MBG dan RAS, kelompoknya dapat meningkatkan omset hingga 6 kali lipat.

"Dirangkul oleh CSR Pertamina TBBM Rewulu. Peningkatan bisa mencapai Enam kali, bahkan di tahun ini saat panen Juli kemarin adalah panen terbanyak kami sejak tahun 2016. Berhasil mencetak omset hingga 12 kali lipat dibanding tahun 2016. Berat total ikan yang kami panen yaitu 520 kilogram atau setara dengan 3.120 ekor ikan yang merupakan hasil budidaya kami selama Tujuh bulan," ungkapnya.

Sementara itu, Fuel Terminal Manager Rewulu Rahmad Febriadi  menyebutkan, bahwa Terminal BBM Rewulu akan terus berinovasi dalam memberikan bantuan CSR yang dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat yang berada di sekitar Terminal BBM.

"Kedepannya kami juga sedang merancang aplikasi yang dapat digunakan para petani ikan untuk memantau lingkungan kolamnya, dari tingkat oksigennya, kondisi airnya dan suhu kolam," jelasnya.

Rahmad mengharapkan, melalui teknologi ramah lingkungan yang diadopsikan ke dalam budidaya ikan yang menjadi salah satu sumber pendapatan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

"Kami yakin teknologi yang ramah lingkungan ini dapat dikawinkan dengan budidaya ikan yang sudah menjadi kearifan lokal warga dusun Perengdawe, Gamping, Sleman ini, sehingga secara teknologi dusun ini tidak tertinggal, secara ekonomi pun kesejahteraan warganya bertambah," harap Rahmad.

Budidaya ikan mandiri, inovatif dan ramah lingkungan atau disingkat menjadi Bukan Main adalah program inovasi bentukan PT. Pertamina (Persero) Terminal BBM Rewulu yang digagas sejak tahun 2016.  Melalui program CSR, Pertamina mengajak kelompok Varia Mina Makmur untuk mengembangkan teknologi perikanan MBG bersama teknik RAS, dengan energi listrik yang digunakanpun ramah lingkungan yaitu dengan solar cell atau energi matahari. (ian/mrt/yyw).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00