• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kesehatan

PKS Tolak Kenaikan Iuran Premi BPJS Kesehatan

9 October
19:55 2019
1 Votes (5)

KBRN, Yogyakarta : Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI Sukamta, secara tegas menolak keputusan pemerintah, menaikkan iuran BPJS Kesehatan yang dinilai tidak tepat, di saat kondisi perekonomian masyarakat masih memprihatinkan.

Ia tidak bisa menerima alasan defisit anggaran yang dialami BPJS Kesehatan, dijadikan dalih untuk menaikkan iuran kepesertaan. Padahal fakta yang terjadi, buruknya manajemen pengelolaan lembaga tersebut, menjadi biang keladinya.

Sukamta khawatir, jika kebijakan menaikkan iuran kepesertaan BPJS Kesehatan tetap dijalankan, tidak akan membawa dampak perbaikan pelayanan kepada masyarakat, apabila belum ada perbaikan sistem manajemen.

”Ada lima persoalan yang ditemukan BPKP dalam pengelolaan BPJS, tidak satupun bicara ketidakcukupan dana, kalau solusinya menaikkan iuran padahal persoalan manajerial belum diselesaikan uang akan amblas,” kata Sukamta.

Di satu sisi, ia juga mengkritik rencana pemerintah yang ingin memindah ibukota negara dari Jakarta ke Kalimantan, yang menghabiskan anggaran lebih dari 400 trilyun rupiah. Alangkah lebih baik dan bermanfaat, jika anggaran sebesar itu digunakan untuk mensubsidi masyarakat miskin, yang menjadi peserta BPJS Kesehatan.

”Ini terlalu mewah untuk kondisi ekonomi yang masih prihatin, itu persoalan elit jadi tolong deh kalau mau cari solusi 466 trilyun rupiah untuk pindah ibukota tunda dulu, gunakan untuk bayar iuran BPJS rakyat,” tambahnya.

Selain itu kata Sukamta, seharusnya pemerintah dan BPJS Kesehatan lebih bijaksana/ mengingat pendapatan masyarakat tidak naik, tetapi harus dibebani kenaikan iuran kesehatan, yang seharusnya menjadi tanggung jawab negara. (ws/yyw)  

  • Tentang Penulis

    Wahyu Suryo

    Reporter RRI Yogyakarta<br /><br />

  • Tentang Editor

    Yahya Widodo

    No description yet...&amp;amp;lt;br /&amp;amp;gt;&amp;amp;lt;br /&amp;amp;gt;

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00