• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

FEATURE

Khasiat Lidah Buaya dalam Seteguk Es Dawet

8 October
21:10 2019
0 Votes (0)

KBRN, Yogyakarta : Lidah buaya adalah tumbuhan yang biasa digunakan sebagai penyubur rambut atau dijadikan sebagai masker untuk melembabkan kulit. Namun, apa jadinya jika lidah buaya dinikmati bersama dengan es dawet?

Es Dawet merupakan minuman khas jawa, tepatnya berasal dari Banjarnegara, Jawa Tengah. Minuman ini sangat cocok diminum pada siang hari, apalagi di bawah terik matahari, kesegaran dari es dawet dapat melegakan tenggorokan dan seketika mampu menghilangkan rasa haus.

Meskipun berasal dari Banjarnegara, bukan tidak mungkin dapat dinikmati diberbagai daerah lain di Jawa, seperti di Yogyakarta. Jika biasanya es dawet terbuat dari tepung beras atau tepung beras ketan, disajikan bersama dengan parutan es, santan dan gula jawa yang dicairkan, kini ditangan Arrohmah, perempuan asal Giwangan, Umbulharjo, Yogyakarta, lidah buaya diolah menjadi sesuatu yang dapat dikonsumsi.   

Lidah buaya merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki segudang manfaat. Seperti, membantu menjaga kesehatan rambut, menjaga kesehatan bibir, mengatasi masalah kulit berjerawat, melembabkan kulit, mempercepat penyembuhan luka, membantu mengurangi berat badan, meningkatkan kekebalan tubuh, mengatasi penuaan dini, menjaga kesehatan organ hati, menjaga kesehatan gigi dan mulut, menghilangkan stretch mark, serta menjaga sistem pencernaan.

Banyaknya manfaat dari lidah buaya ini juga yang menjadi dasar Arrohmah membuat es dawet lidah buaya.

“Biasanya kan Cuma pake dawet aja, terus kita campur pake lidah buaya biar ada manfaatnya buat masyarakat gitu, buat apa untuk ambeyen buat ngelancarin pencernaan,” ungkap Arrohmah, Selasa (8/10/2019).

Sejak tahun 2017 Arrohmah mulai menggeluti bisnis rumahan ini, namun pada saat itu minat pembeli masih kurang, lantaran rasa lidah buaya dalam es dawetnya masih sangat pekat. Sehingga ia terus mencoba untuk membuat resep yang cocok, menghilangkan kepekatan rasa dari lidah buaya tersebut, sehingga dapat diterima oleh lidah pembeli.

Saat ditemui pada salah satu stand, dalam acara ‘City of Paradise’ di Mandala Krida, (8/10) Ia juga menjelaskan proses pembuatan es dawet lidah buaya yang ia jual.

Dalam proses pembuatannya, lidah buaya yang digunakan adalah yang berukuran besar, karena isi dagingnya lebih banyak. Setelah dibersihkan dari kulitnya, daging lidah buaya dipotong-potong kecil dadu, untuk mengurangi kepekatan rasa dari lidah buaya tersebut.

Setelah itu, barulah dimasak. Jika telah matang, di diamkan hingga dingin. Lalu disajikan bersama dengan parutan es batu, dawet yang dibuat dari tepung beras, diberi juruh (gula jawa yang dicairkan, red), santan dan sirup. Terbayangkan bagaimana kesegarannya. (anisa/yyw).

  • Tentang Penulis

    Yahya Widodo

    No description yet...<br /><br />

  • Tentang Editor

    Yahya Widodo

    No description yet...<br /><br />

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00