• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hiburan

Membuka Jendela – Mengasah Jiwa

8 October
19:25 2019
0 Votes (0)

KBRN, Yogyakarta : Khasanah dunia permusikan di tanah air kini semakin marak dengan hadirnya kelompok-kelompok musik yang mampu menjawab tantangan jaman sesuai selera pasar millenial.

Salah satu grup musik yang mulai eksis dan aktif  memoles diri adalah kelompok musik pop umum bernama ‘Marai’ yang lahir di Yogyakarta, dengan digawangi oleh GusFu (K.H Muhammad Fuad Riyadi) sekaligus sebagai vocal dan penulis lagu serta Bagus Mazasupa selaku arranger dan pemain piano.

Penulis yang sekaligus sebagai desainer dari logo Marai, yakni Yusron Mudhakir menyatakan bahwa, Marai lahir dari kegelisahan melihat arus besar perkembangan dunia musik dewasa ini. Fenomena yang ‘sepi melena’ akibat tuntutan viral dunia maya. Bahwa ‘viral’ tanpa disadari telah mendudukkan dirinya sebagai penanda terbesar atas nilai sebuah karya.

“Tentu hal tersebut dengan mengesampingkan faktor kualitas yang mestinya menjadi hakim tertinggi dalam menilai suatu karya seni. Hal ini merupakan kondisi yang memprihatinkan bagi sebagian musisi yang mempercayai teori bahwa musik berpengaruh besar terhadap kecerdasan,” tulis Yusron dalam sebuah pers rilis yang dikirim oleh Manajer Marai, yakni Andre Gunawan ke rri.co.id, Selasa (8/10/2019).

Dijelaskannya, Marai sendiri meski secara harfiah dapat berarti mengajari, tentu tidak mempunyai tujuan untuk menggiring selera publik pada jenis/genre tertentu. Apalagi menempatkannya pada ruang dikotomis antara baik dan buruk.

“Marai hadir sebagai sebuah tawaran bagi penikmat musik, bahwa ada beragam jenis musik yang tidak viral yang anda harus mendengarnya  jika anda termasuk orang yang peduli dengan kecerdasan anda,” lanjutnya.

Dengan demikian, Yusron yang juga pelukis peraih penghargaan ‘philips morris’ ini menyebut,  Marai lebih dapat dimaknai sebagai ‘pioner’ atau yang memulai, yang dalam konteks ini adalah memulai membuka jendela (telinga) demi mengasah jiwa (kecerdasan) kita. Memulai mendengarkan musik yang tidak lagi melulu mengabdi pada selera ‘viral’. Untuk itulah ‘Kanvasku Langit Biru’ sebagai single pertama Marai diluncurkan, dengan lirik yang dapat dicermati, dihayati, dan dipahami.

...... ‘Setiap malam mata tak mau terpejam

Setiap siang rasa hidup sendirian

Makan tak nyaman minum tak menyegarkan

Duduk tak jenak berjalan bagai layangan

Hanya dirimu saja yang kuinginkan dan kupikirkan

Dengarkanlah rintihan rinduku, Cintaku

Kubah hijaumu terbayang-bayang selalu

Sudut-sudutnya tergambar jelas di jiwaku

Membayangkan senyummu jiwaku hendak melayang

Detak jantungku berdegup tak karu-karuan

Kanvasku langit biru, bintang-gemintang dan rembulan

Ini Madinah di dadaku, Matahariku...... (yyw).

  • Tentang Penulis

    Yahya Widodo

    No description yet...<br /><br />

  • Tentang Editor

    Yahya Widodo

    No description yet...<br /><br />

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00