• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Seni Budaya

14 Karakter Wayang Kapi-Kapi Tampil dalam WJNC ke-4

7 October
22:24 2019
0 Votes (0)

KBRN, Yogyakarta : Mengangkat tema 'Ringgit Wanara' Kagungan Dalem Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang dikenal Wayang Kapi-Kapi, tampil indah dalam 'Wayang Jogja Night Carnival' ke-4 di sepanjang jalan Soedirman hingga jalan Margo Utomo, di Perempatan Tugu Pal Putih Yogyakarta. Sekitar 1400 peserta dari 14 kecamatan di Kota Yogyakarta tampil dalam gelaran tahunan pada puncak perayaan HUT Kota Yogyakarta ke-263.

Acara WJNC dibuka dengan perform flasmob (gerak/lagu) oleh siswa SMA/SMK se-Kota Yogyakarta dan diikuti 'Urang Ayu' Vehicle yakni pembuka  bernuansa udang yang di atasnya ada seorang putri cantik anak Baruna (raja penguasa laut berbadan ikan) yang merupakan istri Hanoman tampil elegan dengan dikawal pasukan udang berwajah cantik menandai jalannya Wayang Jogja Night Carnival ke-4.

Setelah penampulan Urang Ayu, diikuti dengan penampilan 14 karakter wayang Kapi-Kapi dari 14 kecamatan, masing-masing: Kecamatan Wirobrajan dengan karakter Wayang Kapi Kingkin atau Kapi Kepiting, perpaduan kepiting dan kera, dan merupakan Kapi pujaan para dewa yang memiliki semangat berani tanpa tedeng aling-aling.

2. Kecamatan Mantrijeron dengan karakter Wayang Kapi Joyo Harimau atau Kapi Harimau, perwujudan kera berkepala harimau loreng, dan merupakan bala tentara Poncowati dan dipimpin Prabu Romowijaya dan merupakan sosok yang disegani musuh karena kekuatan dan kecekatannya.

3. Kecamatan Gondokusuman dengan karakter Wayang Kapi Wraha atau Kapi Celeng, berbadan kera serta berkepala babi hutan dan merupakan salah satu Wadyobolo Narpati Sugriwo yang memiliki watak teguh pada pendirian, dengan gerak gecul dan nyleneh.

4. Kecamatan Pakualaman dengan karakter Wayang Kapi Warjito atau Kapi Cacing Kanil,  berbadan kera serta berkepala dan ekor melilit seperti cacing, dan memiliki semangat dalam memperjuangkan rumah tangga, kerelaan hati dan keikhlasan menggugah Kapi Warjito untuk mendukung Sri Rama.

5. Kecamatan Umbulharjo dengan karakter Wayang Kapi Jaya Anala atau Kapi Rambut Api, yang badan, wajah dan ekor seperti kera namun rambut seperti api menyala, yang bersatu padu melawan keangkaramurkaan, menciptakan perdamaian untuk kebijakan dan kebaikan sesama.

6. Kecamatan Gedongtengen dengan karakter Wayang Kapi Satabali atau Kapi Ayam Jago, berbadan kera namun memiliki ekor dan kepala ayam, dan merupakan salahsatu tentara Poncowati di bawah pimpinan Raden Romowijoyo. Serta memiliki kokokan yang bermacam-macam  sehingga bisa menjadi suatu isyarat atau pertanda tentang suatu peristiwa.

7. Kecamatan Ngampilan dengan karakter Wayang Kapi Liman Dhesti atau Kapi Gajah, berbentuk perpaduan antara gajah dan kera, dan merupakan sosok yang sangat dikenal karena memiliki tenaga yang sangat kuat, berjiwa patriot, penuh tanggungjawabm pantang menyerah dalam membela kebenaran.

8. Kecamatan Kraton dengan karakter Wayang Kapi Premujabahu atau Kapi Kumbang, dengan perwujudan kera cemeng atau kera berbulu hitam dan berkepala kumbang, dan hadirnya wayang Premujabahu tidak lepas dari kisah setangkai bunga bernama kembang Deworetno. Kapi Premujabahu merupakan sosok yang mampi menjaga bunga tersebut karena memiliki penciuman yang tajam layaknya seekor kumbang.

9. Kecamatan Tegalrejo dengan karakter Wayang Kapi Sembawa atau Kapi Singa, berbadan dan ekor kera serta berkepala singa, dam merupakan sosok yang memiliki kewibawaan, pemberani, ganas serta tangguh dalam pertempuran. Dengan semangat membara Kapi Sembawa bertekad membasmi keangkaramurkaan dari bumi.

10. Kecamatan Kotagede dengan karakter Wayang Kapi Cucak Rawun atau Kapi Burung, berbadann perpaduan burung dan kera, serta meliuk tangguh di angkasa, berwatak kesatria, menaburkan keindahan, penebar kebajikan. Bumi dipijak langit dijunjung, Bumi dirusak dia bertarung. Bumi dirawat dia merawat atau cinta ibu pertiwi.

11. Kecamatan Gondokusuman dengan karakter Wayang Kapi Endrajanu atua Kapi Kerbau, berbadan dan berekor kera serta berkepala kerbau dan merupakan ciptaan Batara Kesawa memiliki senjata pada sikunya yang berwujud jalu. Dalam perang melawan Alengka berhasil membunuh suami Sarpokenoko adik Dasamuka, yaitu Kaladusana.

12. Kecamatan Danurejan dengan karakter Wayang Kapi Widagsi atau Kapi Badak, berbadan kera berkepala badak, dan merupakan bala tentara garis depan kerajaan goa Kiskendha yang kuat, luar biasa, sakti mandraguna, pemberani, setia, dan berpendirian teguh. Dengan kelincahan tubuhnya sebagai seekor kera dan kekuatan kepala seekor badak mampu menyingkirkan rintangan menuju Alengka.

13. Kecamatan Jetis dengan karakter Wayang Kapi Jaya Arina atau Kapi Kijang, berbadan dan berekor seperti kera namun berkepala kijang diberi tugas membangun tambak dan membenahi kerajaan Alengka dan terkenal dengan kecepatan dan kelincahannya.

14. Kecamatan Mergangsan dengan karakter Wayang Kapi Trewulun atau Kapi Kelinci, berbadan dan berekor seperti kera namun berkepala kelinci, dan merupakan Kapi yang berjalan menuju alengka dengan menyusup semak-semak belukar dan hutan lebat, membuat lubang terowongan untuk persembunyiannya, serta memiliki kesaktian dapat membekukan air hujan dan dapat mencairkannya kembali.

Wayang Jogja Night Carnival ke-4 tahun 2019 ditutup dengan tampilan Anjani, merupakan seorang perempuan yang semula berwajah cantik namun berubah menjadi berwajah kera, Anjani dikaruniai seorang putra yang sakti mandraguna, yang termayur bernama Hanoman yang merupakan Bathara Guru penguasa alam semesta. (ian/yyw).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00