• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sosial

Desa Jatirejo Gelar Jelajah Tapal Batas untuk Mempererat Persaudaraan Masyarakat

16 September
06:30 2019
0 Votes (0)

KBRN, Yogyakarta : Ratusan warga Desa Jatirejo, Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulon Progo berkumpul di jalanan desa setempat, untuk mengikuti Jelajah Tapal Batas Desa yang diadakan oleh Pemerintah Desa Jatirejo, Jumat malam (13/9/2019).

Kegiatan ini dalam rangka memeriahkan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-36 dan juga sebagai upaya Pemerintah Desa untuk mengenalkan wilayah desa kepada generasi muda.

Ketua Panitia Jelajah Tapal Batas Desa Jatirejo, Bambang Santoso mengatakan, kegiatan jelajah tapal batas desa tersebut bertujuan agar silturahmi masyarakat agar semakin kuat. S

elain itu, acara tersebut juga untuk memberi pemahaman kepada masyarakat tentang lingkungan situasi di Desa Jatirejo, sehingga akan selalu merawat lingkungannya.

"Tujuan lainnya adalah menguatkan tali persaudaraan antar sesama warga yang tinggal di Desa Jatirejo," tutur Bambang Santoso.

Dia menjelaskan, Desa Jatirejo berbatasan dengan Kecamatan Sentolo disisi utara, sungai Progo disisi timur, Kecamatan Galur disisi selatan dan Desa Bumirejo, Lendah, disisi barat. Dengan kondisi ini, maka perlu diadakan pengenalan wilayah khususnya area perbatasan, sehingga generasi muda Jatirejo tidak lupa dengan siapa jati diri mereka, yang selalu mengedepankan kesopanan dan tutur kata baik.

Sementara itu, Kepala Desa Jatirejo, Rustipin mengharapkan, kegiatan jelajah tapal batas desa dapat menjadi ajang untuk saling mengenal satu sama lain antar warga masyarakat desa, sekaligus mengolahragakan masyarakat dan juga menyambut tahun baru Islam.

"Harapan kami selaku pemerintah Desa, agar masyarakat bisa mengenal wilayah dan warga lain, karena tak semua warga khususnya generasi muda saling mengenal, pada saat ini," harapnya.

Adapun dalam kegiatan ini, warga yang menjadi peserta, dibagi menjadi 63 regu, yang setiap regunya beranggota maksimal 11 orang. Mereka memulai perjalanan dari Kantor Balai Desa Jatirejo, kemudian berjalan kaki menyusuri wilayah perbatasan desa yang memiliki jarak mencapai 17 km.

Berbekal lampu senter, dan kostum unik masing-masing, setiap regu berjalan beriringan melewati jalur dataran yang masih beralaskan tanah, berlanjut aspal, hingga ke area perbukitan. (hrn/mrt/yyw).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00