• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sosial

50 Siswa SMA, SMK di Sleman, Ikuti Simulasi Penanganan Bencana Gunung Merapi

16 September
06:15 2019
0 Votes (0)

KBRN, Sleman : Sebanyak 50  siswa SMA dan SMK Negeri di wilayah Kecamatan Cangkringan Sleman mengikuti Simulasi Penanganan Gawat Darurat Bencana Gunung Merapi di dukuh Bronggang Desa Argomulyo Kecaamatan Cangkringan.

Instruktur Saka Bhakti Husada (SBH) Kecamatan Cangkringan Iwan Susanto mengatakan, simulasi digelar selama Dua hari pada 14 dan 15 September dalam rangka untuk mengikuti lomba pemilihan Saka Bahti Husada ((SBH) Ranting Tergiat Tingkat Kabupaten Sleman. Kegiatan SBH akan diselenggarakan di Dukuh Bronggang Kecamatan Cangkringan pada 18 September.

"Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Sleman," ujar Iwan Susanto, Minggu (15/9/2019).

Dikatakan para siswa tersebut diberi bekal atau dilatih untuk penanganan Gawat Darurat terkait bencana karena wilayah kecamatan Cangkringan merupakan kawasan rawan bencana deperti erupsi gunung Merapi, tanah lonsor, angin putting beliung.

"Dengan adanya latihan itu, sewaktu-waktu ada bencana sudah siap apa yang akan dilakukan karena sudah mendapat bekal dengan simulasi ke gawat daruratan khususnya bencana," ungkapnya.

Dijelaskan, lomba SBH ranting tergiat tingkat kabupaten Sleman dari 17 kecamatan, yang mengirimkan profilnya ada 9 kecamatan untuk dipilih Tiga besar untuk tinjauan ferivikasi lapangan yakni Kecamatan Cangkringan, Depok dan Kecamatan Ngaglik. Selanjutnya pada 18 September akan dilakukan penilaian lomba untuk ferivikasi lapangan dari Dinas Kesehatan Sleman.

"Kegiatan  yang dinilai seperti antara lain dari pamong saka kwatir ranting, kebijakan satuan karya Bhakti Husada, Dewan Saka dan masih banyak yang lainnya," ujarnya.

Ia menghimbau kepada anak didiknya dalam mengikuti lomba tersebut untuk menjaga kekompakan, kerjasama, semangat, disiplin dan bertanggung jawab, menjalin komunikasi. Sedang dalam lomba tersebut memperebutkan piala dari Dinas Kesehatan, Sertifikat dan uang pembiannan.

Sementara itu Sukirno sebagai pamong saka kecamatan Cangkringan mengatakan, kepada para peserta didik setelah kegiatan ini selesai diharapkan lebih giat lagi bisa menerapakn ilmu-ilmu yang telah dimiliki dan menjadi kader di sekolahnya masing-masing juga di masyarakat.

Sementara itu Lastri Yudaningsih dari SMA N 1 Cangkringan mengatakan, pihaknya ditunjuk mengikuti lomba Saka Bhakti Husada (SBH) Ranting Tergiat tersebut merasa bangga.

"Kami akan tampil lomba semaksimal mungkin karena kami memiliki bekal terkait penanganan ke Gawat Darutan, dan sangat penting bisa untuk menolong antar sesama dan akan terus kita kembangkan lagi yang lebih luas," pungkasnya. (yon/mrt/yyw).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00