• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

FEATURE

Suka-duka Rimawan Pradiptyo, Dosen Antikorupsi yang Diserang Hacker

15 September
19:41 2019
1 Votes (5)

KBRN, Yogyakarta : Tak ada rasa gentar sedikitpun dalam diri Rimawan Pradiptyo, usai akun media sosialnya diserang hacker tanggal 10 September lalu.

Para peretas, menyalahgunakan akun whatsapp dosen Fakultas Ekonomi, Universitas Gadjah Mada(UGM) Yogyakarta ini, untuk mengirim tulisan yang mendukung langkah DPR, merevisi Undang-Undang KPK.

Isi tulisan yang bertentangan dengan idealismenya sebagai peneliti korupsi itu, disebar melalui pesan pribadi, juga grup whatsapp beranggotakan akademisi perguruan tinggi di Indonesia, yang konsisten menolak revisi Undang-Undang KPK.

”Saat itu tiba-tiba whatsapp saya tidak bisa dipakai, ada notifikasi dua kali lewat SMS, ya sudah telegram dan facebook saya juga kena hack, sehingga saya harus ganti nomer, karena dari nomer saya yang lama tersebar pernyataan yang bertentangan dengan apa yang saya perjuangkan,” ucapnya di Yogyakarta, Minggu (15/9/2019).

Dalam berjuang melawan korupsi, Rimawan tak sendiri, dukungan pun mengalir dari 2300 lebih akademisi berbagai perguruan tinggi se-Indonesia. Namun setali tiga uang dengannya, para koleganya itu juga tak bebas dari aksi teror.

”Waktu kejadian di hack saya tidak bisa apa-apa karena belum ganti nomer, setelah ganti nomer kita konsolidasi lagi, hari berikutnya itu banyak sekali telepon dari luar negeri, seperti Amerika, Inggris, Irlandia kepada teman-teman dari universitas lain, kalau diterima tidak ada suaranya,” lanjut dia.

Sebagai bentuk konsistensinya melawan korupsi, Rimawan pada Minggu (15/9/2019), bergabung dengan para civitas akademika di UGM, untuk menyuarakan kegelisahan atas upaya pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Baginya, korupsi yang sudah mewabah di kalangan politisi dan pejabat negara, merupakan penghianatan terhadap amanat reformasi.

”Tanpa anti korupsi tidak akan ada negara yang maju, tanpa mereka melakukan reformasi dan reformasi kita baru sepertiga jalan, ini saatnya kita merefleksi diri nampaknya reformasi kita belum berhasil,” terangnya.

Ibarat kata pepatah, sekali layar terkembang pantang surut ke belakang, itulah prinsip yang dipegang teguh Rimawan Pradiptyo sebagai peneliti korupsi dari UGM, untuk terus bergerak dan berjuang, karena baginya, korupsi tak bisa ditoleransi. (ws/yyw)

  • Tentang Penulis

    Wahyu Suryo

    Reporter RRI Yogyakarta<br /><br />

  • Tentang Editor

    Yahya Widodo

    No description yet...&amp;amp;lt;br /&amp;amp;gt;&amp;amp;lt;br /&amp;amp;gt;

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00