• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

FEATURE

'Cah Kopi' itu Bernama Ferry

9 August
21:30 2019
0 Votes (0)

KBRN, Yogyakarta : Ferry Adhya Krisna usia 35 tahun tak menyangka, jika teringat racikan Kopi Merapinya menjuarai Wonosobo Manual Brew Competition tahun 2018 silam. Saat beradu keahlian dengan peserta lain, ia menggunakan alat seduh manual berbentuk kerucut bernama V60.              

Waktu itu, lawannya menyeduh Kopi Aceh Gayo, yang dari segi kualitas rasa sudah tidak diragukan para pecinta kopi dunia. Lewat persiapan matang selama tiga bulan, upaya yang ditekuninya pun berbuah manis, saat juri memutuskan ia sebagai pemenang.

”Saya lumayan geli dan bangga waktu itu, campur aduk lah, ternyata dalam kompetisi itu saya bisa mengalahkan penyeduh yang membawa kopi kualitas dunia,” kata lelaki berambut gondrong sebahu yang akrab disapa Ferry itu.

Saat ini, ia bersama sang istri, mengelola sebuah kedai kopi di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM Yogyakarta, yang diberi nama Magistra Coffee. Di tempat tersebut, ia menjadi barista yang membuat dan menyajikan kopi untuk para pelanggan.

Perkenalannya dengan kopi dimulai pada tahun 2002, saat ia kuliah di Jurusan Ekonomi Manajemen Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta. Karena sering melihat orang minum kopi, lama-kelamaan ia pun juga suka meminumnya.

Bahkan, Ferry sempat jadi bahan ejekan teman-teman kuliahnya yang menjulukinya ”Cah Kopi”, akibat sering berkumpul dengan para pecinta kopi. Apalagi waktu itu, profesi barista belum familiar seperti sekarang.

”Cap (julukan, red) itu kelihatan dari kegiatannya kalau gak bikin kopi ya nongkrong minum kopi, kira-kira seperti itu, seiring berjalannya waktu sekarang barista malah menjadi sesuatu yang keren dan jadi pilihan hidup karena trend,” ungkapnya.

Rasa tertariknya terhadap kopi terus tumbuh, sehingga di tahun 2007, ia serius belajar secara otodidak tentang kopi termasuk cara menyeduhnya. Ia tak segan bertanya kepada teman-temannya, yang sudah lebih dulu akrab dengan kopi, sebagai bahan minuman berwarna hitam yang khas dari segi aroma juga rasa.

Saat itu, ia belajar membuat racikan kopi tubruk campur gula dan susu dengan cara diaduk, lalu di tahun 2011, alat penyeduh kopi terbaru digunakannya. Ferry juga belajar pengetahuan dasar jenis-jenis kopi, seperti arabica, robusta, exalsa dan liberica, hingga kini, referensinya tentang kopi terus ditambah, melalui akses informasi di internet.

”Belajar jadi barista bisa tahunan, semua nggak instan dan saya pelajari dari nol, tapi untuk membedakan jenis kopi butuh waktu setahun,” ucapnya. (ws/yyw). 

  • Tentang Penulis

    Wahyu Suryo

    Reporter RRI Yogyakarta<br /><br />

  • Tentang Editor

    Yahya Widodo

    No description yet...&amp;amp;lt;br /&amp;amp;gt;&amp;amp;lt;br /&amp;amp;gt;

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00