• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kesehatan

Pengawasan Hewan Qurban

7 August
14:26 2019
0 Votes (0)

KBRN, Yogyakarta : Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY menggandeng 230 petugas dari Fakultas Kedokteran Hewan UGM, untuk mengintensifkan pemantauan dan pengawasan di tempat penampungan dan penjualan hewan qurban.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Sasongko di Kepatihan Yogyakarta Rabu siang (07/8/2019) menjelaskan, berdasar data sementara, jumlah hewan qurban yang akan dipotong pada Idul Adha kali ini cukup tinggi yaitu sapi 20-21 ribu, kambing 36 ribu, dan domba 23 ribu.

Sasongko menyebut, pihaknya terus mengintensifkan pengawasan kesehatan hewan qurban sebelum qurban hingga setelah pemotongan hewan qurban berakhir.

Pemantauan dilaksanakan bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten dan Fakultas Kedokteran Hewan UGM. Sedangkan Fakultas Kedokteran Hewan UGM, menerjunkan 230 orang untuk turut memantau kesehatan hewan qurban.
"Kabupaten dan Fakultas Kedokteran Hewan mengadakan pemantauan pertama di tempat penampungan penjualan. Menjelang hari H kita periksa, setelah pemotongan, saat pemotongan dan setelahnya. Jumlah tenaga kita terbatas jadi kita upayakan semaksimal mungkin untuk mengamati. Sebanyak 230 pemantau dari UGM kita sebar, kabupaten banyak titiknya ribuan. karena hewan sapi yang akan dipotong berkisar antara 20-21 ribu, kambing 36 ribu, domba 23 ribu harus kita awasi jangan sampai ada yang sakit. Hewan diperiksa, kabupaten kerjasama perguruan tinggi keliling, pemotongannya juga tidak sehari tapi 3 hari," jelas Sasongko.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Sasongko menambahkan para petugas juga mensosialisasikan kepada masyarakat cara pemotongan hewan qurban yang baik, benar dan memperhatikan kesejahteraan hewan.

Hal itu penting karena proses pemotongan juga berpengaruh pada kualitas daging yang dihasilkan.  

"Cara pemotongan itu kita sampaikan. Karena selama ini masih ada warga yang merebahkan, menjatuhkan sapi masih kasar, kita harapkan hewan dipotong tidak dicederai tidak kena nyaman. Tidak sampai kelaparan, kehausan, tertekan karena menyebabkan dagingnya kurang enak. Tempat pemotongan dan penambatan sapi juga harus dilihat itu, karena stress juga berpengaruh terhadap kualitas daging," tambah Sasongko.

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Sasongko, pihaknya juga mengingatkan para takmir masjid dan masyarakat yang hendak berqurban untuk memilih ternak yang sehat, dan memastikan membeli hewan ternak qurban sapi yang dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). (wur/mrt).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00