• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kesehatan

Hadapi Siklus 4 Tahunan DBD, Warga Sleman Diminta Jaga PHBS

17 July
15:43 2019
0 Votes (0)

KBRN, Sleman : Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, Kabupaten Sleman memiliki siklus empat tahunan kenaikan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) secara signifikan. Terakhir siklus tersebut terjadi pada 2016 dan berpotensi terjadi lagi pada 2019.

Mengantisipasi hal tersebut, Bupati Sleman dalam sambutannya pada upacara bendera rutin tanggal 17, di Lapangan Pemda Sleman, Rabu (17/7/2019) yang dibacakan oleh Kapolres Sleman, AKBP Rizky Ferdiansyah selaku inspektur upacara, mengajak warga untuk waspada pada siklus tersebut.

Pertengahan tahun ini kita dihadapkan pada tingginya angka prevalensi penyakit Demam Berdarah. Pada tahun 2019, kasus DBD di Sleman mengalami peningkatan kasus dikarenakan pengaruh siklus 4 tahunan,” kata Bupati.

Menurutnya, aparat pemerintah diharapkan dapat menjadi tauladan dan garda terdepan dalam memberantas DBD. Salah satunya dengan mengajak keluarga dan masyarakat di lingkungan sekitar untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“PHBS harus menjadi bagian dari gaya hidup dan budaya masyarakat dimanapun dan kapanpun,” ujarnya.

Lebih lanjut Bupati Sleman menjelaskan bahwa pola hidup sehat dapat dimulai dari langkah kecil seperti membiasakan diri mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan sesudah dari kamar mandi.

Dari langkah kecil tersebut akan meningkatkan peran serta masyarakat dalam upaya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 3M Plus yakni Mengubur, Menguras dan Menutup tempat air yang menjadi sarang nyamuk plus menghindari gigitan nyamuk.

Ditambahkannya, upaya pencegahan lebih baik daripada mengobati. Peningkatkan kewaspadaan terhadap nyamuk Aedes Aegypti dapat dilakukan melalui Gerakan Jumat Bersih dan kegiatan pemberian larvasida serta ikanisasi untuk memberantas sarang nyamuk. (kus/joel/yyw).

  • Tentang Penulis

    Kusdiyanto Koestidjo

    Reporter RRI Yogyakarta<br /><br />

  • Tentang Editor

    Yuliyanta

    RRI Yogyakarta<br /><br />

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00