• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pangan

Sawah Gagal Panen di Bantul Ada 93 Hektar

5 July
19:54 2019
2 Votes (5)

KBRN, Yogyakarta : Sudah empat bulan terakhir, sepetak sawah seluas 850 meter persegi milik Tarmidi usia 66 tahun, tidak bisa ditanami padi.

Saat ditemui di kediamannya, Jumat (5/7/2019), warga RT 09 Pedukuhan Tangkil, Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, DIY itu mengeluh sawahnya tidak dapat air, akibat dilanda kekeringan.

Panen terakhir dilakukannya pada bulan Maret, dengan hasil 15 kilogram gabah kering giling. Setelah itu, sawah yang ditanami padi IR-64 gagal panen atau puso, sehingga ia rugi 600 ribu rupiah untuk ongkos tanam.

”Saat tanam kedua saja gagal panen, yang sudah membuat bibit padi tidak bisa ditanam, sekarang kondisi tanah pecah-pecah dan kering, meski ada hujan padi tidak bisa tumbuh,” ucapnya.

Tarmidi juga menyampaikan, kekeringan tahun ini merupakan yang terparah, dibandingkan kejadian serupa tahun sebelumnya.

”Dua tahun ini memang sulit air, tahun yang kemarin meski kering tapi masih bisa panen dua kali, tetapi tahun ini gagal total untuk menanam padi, hanya sebagian petani saja yang bisa panen,” lanjutnya.

Tanaman padi yang kering akibat gagal panen, dimanfaatkan warga untuk pakan ternak. Setiap sore, para wanita yang memotong padi kering, bisa memperoleh satu karung penuh, salah satunya Sakinem usia 65 tahun.

”Ini cari pakan ternak sapi, kan sawah-sawah pada kering tidak bisa panen, di rumah saya punya satu ekor sapi, sudah seminggu ini cari pakan, kekeringan tahun ini lebih parah,” katanya.

Di Kabupaten Bantul, total sawah yang puso mencapai 93 hektar, terbanyak di Kecamatan Dlingo mencapai 85 hektar, Kecamatan Pajangan lima hektar, Kecamatan Imogiri dua hektar dan Kecamatan Kasihan satu hektar.

Umi Fuaziyah selaku Kepala Seksi Perbenihan dan Perlindungan Tanaman, Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul, menyiapkan bantuan bagi petani yang sawahnya gagal panen.

”Kita data sawah yang puso, untuk kita ajukan bantuan ke Balai Benih untuk mengganti benih bagi petani, senin mendatang kita ajukan,” terangnya.

Umi juga menyebut, 93 hektar sawah yang puso setara 465 ton padi jika panen berhasil. Ia optimis situasi ini tidak mempengaruhi produktifitas pangan, karena tiap tahun, Kabupaten Bantul surplus produksi beras hingga 19 ribu ton. (ws/yyw)  

  • Tentang Penulis

    Wahyu Suryo

    Reporter RRI Yogyakarta<br /><br />

  • Tentang Editor

    Yahya Widodo

    No description yet...&amp;amp;lt;br /&amp;amp;gt;&amp;amp;lt;br /&amp;amp;gt;

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00