• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

FEATURE

Sosok Polisi Karangdowo, Kondusifkan Wilayah Sambil Berdakwah

5 June
19:13 2019
2 Votes (1)

KBRN, Klaten : Polisi nyambi menjadi ustad barangkali ini sebagai suatu profesi yang boleh dikata bertolak belakang. Sebab polisi biasanya menangani hal-hal penuh dengan kekerasan seperti menangkap maling, begal, pencoleng atau senisnya, sedangkan ustad banyak berkecimpung di bidang dakwah agama yang membutuhkan kelembutan, kesabaran, dan keramahan dan lain sebagainya.

Namun Bagi Brigadir Polisi Bambang Arum S.Psi, ia memiliki dua-duanya, yakni tegas dalam bersikap, ramah bertutur kata,  juga sabar dalam melayani warga. Antara profesi polisi dan ustad sebenarnya hampir sama. Sama-sama menyampaikan hukum dan kebenaran, yakni hukum dan kebenaran yang dibuat manusia serta hukum dan kebenaran ciptaan Allah. Memang levelnya beda, tetapi sama-sama untuk memperbaiki hidup dan kehidupan di tengah masyarakat atau umat manusia.   

Itulah sosok polisi Bhabinkamtimas Polsek Karangdowo, Kabupaten Klaten, Brigadir Bambang Arum (39) tahun yang selalu hadir di tengah warga, baik sebagai polisi sekaligus sebagai pendakwah di wilayah binaanya. Meski begitu, kepada rri.co.id ia membantah, bahwa dirinya bukan ustad, akan tetapi ia tetap seorang polisi. 

“Saya tetap polisi, bukan ustad, pak. Dakwah adalah tugas dan kewajiban setiap muslim. Niat ibadah dan setiap tugas, Insya Allah berkah,” tutur sarjana psikologi Unwida Klaten tersebut, Rabu (5/6/2019).

Hampir di setiap kesempatan, lelaki yang lahir 26 Mei 1980 ini sering diminta warga untuk menjadi juru dakwah di beberapa masjid dan acara pengajian di sejumlah pedukuhan di lingkup Kecamatan Karangdowo.

Bahkan, saat Sholat Idul Fitri 1440 Hijriyah, Brigadir Bambang Arum didaulat warga Pedukuhan  Sidodadi, Desa Ringinputih, Kecamatan Karangdowo, Klaten untuk menjadi Imam sekaligus Khotib di Masjid Nur Jannah.

Dalam khotbah Idul Fitri, yang dihadiri sekitar 600 jemaah dari Dukuh Pulorejo, desa Tambak dan dukuh Sidodadi Desa Ringinputih tersebut, pria berputra tiga ini menyampaikan bahwa,  tahun 2019 merupakan ‘tahun politik’.  Ada Pemilu yang baru selesai digelar, sebelum juga ada Pilkades serentak, yang menyita energi khususnya jajaran keamanan, khususnya Polri. 

“Di momentum Idul Fitri ini warga perlu saling memaafkan dan menyatukan kembali persaudaraan bertentangga. Yang kemarin sempat renggang karena perbedaan pilihan, baik di Pilkades, Pileg dan Pilpres masyarakat perlu bersatu kembali dalam bingkai keluarga besar Desa Ringinputih untuk membangun desa dalam keutuhan NKRI,” terang Bambang yang alumni SMA 1 Cawas Klaten tahun '98 ini .

Brigadir Bambang Arum memang bukan satu-satunya polisi yang pandai berdakwah, tetapi ia juga pandai bergaul, bahkan tak sungkan untuk ikut memanggul jenazah di setiap ada warga yang meninggal dunia. 

Tah heran jika sosok polisi yang memiliki prinsip ‘tetap istiqomah dalam iman dan Islam serta tetap jaga tali silarahmi, ini pun kehadirannya selalu dinanti warga, baik untuk memberikan pencerahan urusan dakwah maupun dalam setiap hajatan dan sosialisasi Kamtibmas. (yyw).

  • Tentang Penulis

    Yahya Widodo

    No description yet...<br /><br />

  • Tentang Editor

    Yahya Widodo

    No description yet...<br /><br />

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00