• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

FEATURE

'Densus 119' RRI, Menggebrak Angkasa Nusantara

1 June
03:50 2019
0 Votes (0)

KBRN, Yogyakarta : Darah juang tokoh radio, Jusuf Ronodipuro dan Abdurahman Saleh seakan menelusuri jiwa-jiwa segenap angkasawan RRI seluruh Indonesia, terlebih di saat-saat tugas besar pesta demokrasi Pemilu hingga era arus mudik balik Lebaran 2019.

Hal ini terlihat betapa semangatnya para awak radio mengemas program dan menyajikan berita dan informasi-informasi penting yang dibutuhkan khalayak pendengar, pembaca dan pemirsanya.

Disebut demikian bukanlah tanpa alasan, sebab kini RRI tak lagi sebatas menghembuskan suara merdu menghibur klabu, tetapi juga menyajikan teks/tulisan dan foto lewat website RRI online, serta gambar bergerak alias video dalam tayangan RRI Net.

Tak berlebihan kiranya jika Direktur Utama RRI, Rohannudin pun dengan tegas memproklamirkan slogan ‘Tonton Apa yang Anda Dengar’, mengingat siaran-siaran RRI kini tak sebatas bisa didengar, tetapi juga bisa dibaca, dilihat dan ditonton sebagai tuntunan.

“Pendengar, kami informasikan bahwa...., saat ini saya berada di...... dst”. Itulah sepenggal kata pembuka yang biasa kita nikmati dalam sajian berita-berita yang disampaikan para angkasawan-angkasawati awak radio khususnya para reporter RRI.

Baik Jusuf Rono maupun Abdurahman Saleh alias Pak Karbol sebagai pendiri adanya RRI, barangkali boleh berbangga hati, bahwa perjuangan gigihnya mencerdaskan bangsa lewat radio siaran, telah dihayati dan difahami sekaligus diamalkan oleh para generasi penerusnya.

Salah satunya adalah jiwa patriotisme yang dituruni para petinggi RRI di pusat hingga petinggi RRI di daerah, termasuk para reporter RRI dalam menyuguhkan beragam informasi penting.

“Wahyu...!, malam dinihari nanti kamu pantauan arus mudik balik dari Terminal Giwangan,” kata salah satu koordinator lapangan di RRI Jogja, pada Jumat (31/5/2019).

 “Siyap Pak..! 86...!,” sahut reporter Wahyu Suryo Purnomo.

Komando tugas sekaligus jawaban serupa juga dengan sigap keluar dari mulut reporter lain yakni Yon Mujiono yang ditugasi pantauan arus mudik balik dari wilayah Candi Prambanan.

Tidak hanya dua orang itu saja yang siap mendedikasikan dirinya untuk lembaga dan bangsa, masih ada reporter lain yang tak kalah gesit dan lincahnya dalam mencari dan membidik buruan ‘berita’ dan ‘peristiwa’ hingga sebenarnya mereka pantas jika disebut sebagai ‘Densus 119’ yakni Detasemnen Khusus 11 September.

Di dalamnya, ada pasukan ‘anti bandit’ seperti Rosihan Anwar, pasukan ‘seniorita’ Munarsih Sahana, pasukan ‘Srikandi Menoreh’ Wury Damaryanti, pasukan Komando Strategi ‘Kostra’ Dyan Parwanto, dan pasukan Komando Cadangan ‘Kocad’ Wahyu Wibowo dan Harun Susanto, disamping pasukan ‘Nyai Kanjeng’ Yustina Wigati, maupun pasukan ‘Krida Manggala’ Ugik Nainggolan dan Devi Paraminta.

Lewat kumandang suara-suara yang menghias jagad nusantara, mereka semua siap ‘tempur’ memberikan yang terbaik untuk masyarakat, lembaga, bangsa dan negara, dengan dilandasi jiwa korsa ‘Sekali di Udara Tetap di Udara’ dan tiga janji suci ‘Tri Prasetya’ sebagaimana dicetuskan para pejuang pendahulunya. (yyw).

  • Tentang Penulis

    Yahya Widodo

    No description yet...<br /><br />

  • Tentang Editor

    Yahya Widodo

    No description yet...<br /><br />

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00