• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sosial

Ribuan Prohibited Item Dimusnahkan oleh PT Angkasa Pura I Bandara Adi Sutjipto

20 May
16:06 2019
0 Votes (0)

KBRN, Yogyakarta : Bertempat di lapangan NDB, PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Adi Sutjipto Yogyakarta, melakukan pemusnahan terhadap ribuan Prohibited Item atau barang dilarang, pada Senin 20 Mei.

Benda ini merupakan barang bawaan pada penumpang dan bagasi kabin yang dilarang masuk pesawat udara.

Adapun barang bawaan yang termasuk dalam daftar barang dilarang adalah dangerous article, dangerous goods, weapon dan explosive. General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta, Agus Pandu Purnama  mengatakan, sepanjang bulan Januari sampai dengan bulan April 2019, oleh PT Angkasa Pura I Bandara Adi Sutjipto berhasil menyita sejumlah 2.779 buah barang. Barang dilarang tersebut terdiri dari 1.362 buah dangerous article seperti gunting; pisau; obeng, 974 buah dangerous goods seperti korek gas dan korek kayu, 117 buah LAGs (liquid, aerosol dan gel) serta 326 buah power bank. 

“Berdasarkan PM 80 Tahun 2017 Tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional Bab VI, benda yang dikira membahayakan, harus ditahan/disita oleh personel keamanan bandar udara dan selanjutnya diproses sesuai ketentuan yang berlaku,ungkap Agus Pandu di Kantornya, Senin (20/5/2019).

Agus Pandu menambahkan, penyelenggaraan kegiatan pemusnahan ini merupakan komitmen mencegah masuknya barang dilarang, demi mewujudkan penyelenggaraan penerbangan yang berdasar pada 3S +C (Security, Safety, Service dan Compliance).

"Pemusnahan ini juga bisa menjadi edukasi dan informasi serta meningkatkan kepedulian masyarakat, terhadap komponen-komponen penting terkait dengan keamanan dan keselamatan penerbangan," ungkap Agud Pandu.

Sementara itu, Airport Safety and Security Senior Manager PT AP I Muhammad Nasir mengatakan, sebenarnya penumpang bisa mengambil barang bawaannya yang disita. Mereka diberikan surat tanda terima, yang bisa digunakan untuk mengambil barang bawaan yang disita karena masuk kategori terlarang.

“Penumpang diberikan waktu hingga satu bulan untuk mengambilnya. Jika tidak diambil dalam waktu itu, maka barang itu dimusnahkan oleh petugas, sedangkan pengambilan barang bisa dilakukan oleh penumpang sendir atau diwakili keluiarganya," imbuhnya. (hrn/joel/yyw).

  • Tentang Penulis

    Harun Susanto

    Reporter RRI Yogyakarta<br />

  • Tentang Editor

    Yuliyanta

    RRI Yogyakarta&amp;amp;amp;lt;br /&amp;amp;amp;gt;&amp;amp;amp;lt;br /&amp;amp;amp;gt;

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00