• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Ini Tantangan Ekspor Jasa Digital Indonesia ke Luar Negeri

16 May
17:23 2019
0 Votes (0)

KBRN, Yogyakarta : Sektor jasa pada industri digital di Indonesia, memiliki kontribusi yang luar biasa bagi neraca ekspor negara.

Sesuai data Bank Indonesia, kontribusi sektor jasa pada produk domestik bruto (PDB) tahun 2017 mencapai 43,63 persen, bahkan di tahun 2018 meningkat hingga 59 persen.

"Sektor jasa yang menjadi prioritas pemerintah adalah sektor jasa yang didorong inovasi dan teknologi, serta berorientasi pada industri 4.0," ucap Direktur Kerjasama Pengembangan Ekspor Kementerian Perdagangan, Marolop Nainggolan, dalam Talkshow Jualan Digital ke Luar Negeri di Yogyakarta, Kamis (16/5/2019).

Hanya saja ia mengakui, pemerintah masih kesulitan dalam mengidentifikasi sektor jasa digital, bahkan di kalangan pelaku industri, ekspor jasa digital juga menjadi tantangan.

"Tantangan utamanya pada keterbatan modal serta jaringan bisnis yang harus diselesaikan, untuk ekspansi ke luar negeri," kata CEO startup penyedia tanda tangan digital PrivyID, Marshall Pribadi.

Namun, persoalan ini tidak hanya dialami dirinya, karena hasil survey Asosiasi Digital Kreatif (ADITIF) di Yogyakarta pada 2017 menyebut, bahwa 35 persen responden merasa terganjal modal dan jaringan bisnis.

Terkait persoalan ini, Kemendag berupaya untuk membagikan informasi untuk membuka peluang ekspor pelaku jasa digital.

"Ini perlu sinergitas antara pemerintah dan pelaku usaha jasa digital, yang juga sejalan dengan reformasi struktural Bank Indonesia dengan target pertumbuhan ekonomi digital berkelanjutan," kata Marolop. (ws/yyw)

  • Tentang Penulis

    Wahyu Suryo

    Reporter RRI Yogyakarta<br /><br />

  • Tentang Editor

    Yahya Widodo

    No description yet...&amp;amp;lt;br /&amp;amp;gt;&amp;amp;lt;br /&amp;amp;gt;

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00